Selasa, 14 Agustus 2007

Indah dan Uniknya Masa Hamil(Dialami Istri – Dirasakan suami)

Bahagianya saat tahu hamil! Haru dan gembira campur aduk. Anda dan suami pun mengalami masa-masa unik dan bahagia yang bisa bikin hati terkesima.
Yang dialami calon ibu :
• " Hei… ia bergerak! Hallo Nak, sedang apa di dalam perut Mama?”
• Ingin makan aneka makanan, dari cokelat, bakso hingga sepiring rujak? Hmm… inilah saat yang tepat, karena tak perlu pusing-pusing memikirkan program diet.
• Saat merasakan pegal-pegal di punggung atau di kaki, suami tak keberatan mengelus-elus atau memijat lembut bagian tubuh yang pegal
• Merasa semakin gendut dan tembem? Tak perlu risau, orang lain pun memaklumi kondisi wanita yang tengah hamil.
• Lebih tertarik bersantai di tempat tidur sambil membaca majalah atau mendengarkan musik, ketimbang berolahraga jalan pagi mengitari kompleks perumahan. Tapi sih, seharusnya harus juga sedikit-dikit olahraga, kalau sudah di atas tiga bulan.
• Ini saatnya shopping baju-baju khusus ibu hamil dong. Belum beli sepatu lagi. Asyik!
• Akhir-akhir ini merasa ingin marah, mudah kesal, atau cepat tersinggung, baik pada suami atau orang lain? Tak apa. Ini wajar terjadi di masa kehamilan, karena tubuh mengalami berbagai perubahan hormonal.(Dan sang suami pasti akan pasrah, deh!)
• “Bercinta? Boleh ya libur dulu? Badan ini rasanya tidak nyaman.” (Dia juga akan pasrah lagi!).
• Adakalanya merasa kurang percaya diri dengan kondisi tubuh. Seperti, kulit semakin hitam dan perut semakin buncit. Namun, saat bercermin, coba perhatikan, “Aku tampak lebih segar, badan semakin berisi, dan perut gendutku menambah daya tarik kok….

Sedangkan yang dialami calon ayah :
• “Istriku sedang mengandung keturunanku. Aku harus menjaganya supaya ia tetap sehat selama hamil.”
• “Rasanya seperti mimpi. Tak lama lagi, aku jadi ayah.”
• “Sayang, kenapa kamu marah-marah terus? Apa salahku?”
• Hari sudah larut malam, tetapi istri ingin makan pempek khas Palembang . Aduh, ke mana harus mencari? Mana ngantuk banget lagi….
• Adakalanya terlalu sibuk dengan pekerjaan di kantor, sehingga lupa jadwal mengantar istri ke dokter kandungannya.
• Sejak hamil, dia seperti enggan saya ajak bercinta. Saya jadi kesal!
• “Selama hamil istri saya terlihat semakin cantik, segar, berisi dan seksi !”
• Rasa cinta semakin bertambah melihat istri yang sedang hamil

Senin, 06 Agustus 2007

Bentuk Kepedulian

Nabi Saw melihat Sa'ad yang sedang berwudhu, lalu beliau berkata, "Pemborosan apa itu, hai Sa'ad?" Sa'ad bertanya, "Apakah dalam wudhu ada pemborosan?" Nabi menjawab, "Ya, meskipun kamu (berwudhu) di sungai yang mengalir." (HR. Ahmad)
Mungkin teman saya yang akan saya ceritakan ini sangat berpedoman pada hadist diatas. Teman saya ini adalah type seorang teman yang bisa dibilang agak lain sama teman yang lainnya. Karena teman saya ini sangat lembut, bahkan bisa dibilang sangat lembut. Untuk berbicara dengan saya saja, yang berjenis kelamin sama dengan dia, dia sangat hati – hati. Dia menata dengan baik gaya dan tata bahasanya, seolah dia tidak ingin ada kata – katanya yang membuat saya tersinggung atau tidak suka.
Kebiasaan lain dari dia yang sangat saya suka adalah dia sangat tepat waktu dan amanah dengan segala tugas yang di “mandat”kan kepadanya. Dia paling tidak sanggup berkata “tidak” untuk setiap tugas yang menghampirinya. Sebisa mungkin dia pasti akan menjalankannya dengan baik, bahkan saat dia sakit seklaipun. Itulah mengapa saya bilang dia sangat berbeda dengan teman saya yang lain.
Siang tadi saat saya bertemu dengan dia, saya belajar hal baru lagi dari dia. Satu hal yang baru saya lihat seumur hidup saya. Saat kami sedang berada di tempat wudhu (pas saat shalat ashar), saya wudhu tepat disamping dia. Saat itulah saya mempelajari hal baru dari dia. Dia membuka kran air wudhi dengan sangat hati – hati, pelan sekali seolah dia tak ingin air yang keluar dari kran tersebut keluar terlampau banyak melebihi kebutuhannya. Dan yang paling membuat saya kagum, dia dengan lincah memainkan kran air dengan jari jempolnya, saat dia berwudhu. Pada saat air di tangannya sudah kosong dari air yang akan dipake untuk wudhu maka dia memutar kran untuk membuka air, setelah tangannya penuh dengan air, maka dengan cekatan dia mematikan kran air itu baru kemudian dia pake air ditangannya untuk berwudhu. Begitu seterusnya sampai urutan wudhunya terpenuhi.
Saya sangat kagum melihat “gaya” wudhunya yang menurut saya tidak lazim. Bagaimana tidak, pastilah butuh kecekatan tangan yang luar biasa untuk bisa melakukan hal itu. Dan yang pasti butuh yang namanya kepedulian. Ya peduli pada lingkungan, bukankah sekarang ini banyak saudara kita diluar sana yang kekurangan air. Juga bentuk keperdulian lain kepada salah satu hadist nabi seperti yang saya tuliskan di atas. Bahwa Allah tidak suka segala sesuatu yang berlebih –lebihan atau mubazir, bahkan dalam ruang lingkup wudhu sekalipun. Sungguh pelajaran yang sangat berharga yang bisa saya ambil dari semua kebiasaan teman saya itu. Semoga kita semua juga seperti itu.

Jumat, 03 Agustus 2007

Ketika Tidur Tak Lagi Menjadi Milik Kita

Terinspirasi dari sebuah film yang pastinya sudah tak asing lagi di telinga kita. Film dari negara tetangga sebelah, yang sangat populer,tak hanya dikalangan anak - anak tapi juga dikalangan orang dewasa. Freddy Kruger...... Sipembunuh lewat mimpi. Freddy selalu menteror kita lewat mimpi yang kita jalani. Dia tak segan membunuh,bahkan saat kita hanya jatuh selama 1 menit saja dalam rasa kantuk,maka dia akan segera datang dengan terornya.
Betapa sangat mahal harga sebuah tidur. Padahal dengan tidur kita bisa melupakan sejenak segala kepenatan dan masalah yang kita hadapi. Lewat tidur juga kita dapat lebih segar lagi menghadapi hidup setelahnya. Bayangkan bagaimana kalo Freddy tak hanya ada dalam film,tentunya akan banyak dari kita yang jangankan untuk tidur, untuk memejamkan mata saja pastilah kita sudah enggan melakukannya...
Sungguh sangat baik Allah memberikan kita waktu untuk bisa memiliki waktu untuk istirahat. Melepas segala kelelahan dan kepenatan dalam tubuh kita. Menjadikan diri kita jauh lebih baik lagi setelahnya. Nikmatilah waktu istirahat yang kita dapat sekarang,karena jika kita tak lagi dapat merasakannya,maka kita akan menjadi orang yang sangat rugi, apa rasanya hidup tanpa bisa tidur....Pastilah seperti mayat hidup.