Minggu, 07 Maret 2010

Untungnya...

Tiap aku berhadapan dengan orang lain, banyak banget berkeliaran pikiran "aneh-aneh" dalam benakku. Dari mulai mencela atau memuji penampilan orang yang ada di hadapanku, sampai memberi makna tersendiri akan pertemuan yang ada. Aku termasuk orang yang moodi. Aku bisa sangat baik, tapi juga bisa sebaliknya.. sangat jahat terhadap orang lain.
Ga tau kenapa, hal itu terjadi juga saat aku berhadapan dengan cintaku. Banyak hal yang "tersimpan" rapi dalam benakku yang aku ga pengen dia tau. Bukan karena aku ga pengen jujur, tapi aku punya "dunia" ku sendiri, sama halnya dengan dia. Kami memang suami istri, kami "berbagi" segala hal, tapi sebagai manusia kami juga punya tempat khusus untuk diri kami sendiri. Cintaku punya tempatnya di depan komputer, ada banyak hal yang tak bisa ia bagi saat ia "berhadapan" dengan komputer. Begitu juga aku... Aku bisa sangat asyiknya jika sudah "menelusuri" bakatku menulis..
Dengan menulislah aku bisa sangat jujur terhadap apapun, termasuk perasaanku sendiri. Tapi aku tak pernah membiarkan seorangpun "menilai" tulisanku, yang kadang bersifat tajam, kejam, blak-blakan. Bagiku tulisanku adalah aku, jadi "menilai"nya sama halnya dengan memberikan "penilaian" terhadap aku.
Kadang, aku bersyukur.. bahwa walaupun Allah memberikan kita 2 telinga, tapi Allah memberinya batasan mendengar, sehingga tidak semua hal bisa kita dengar, termasuk pikiran orang. Andai kita semua bisa, apa mungkin dunia ini masih setenang sekarang???

Kamis, 04 Maret 2010

Lega...

Lega rasanya...
Hanya dalam waktu 3 hari, Pasya udah pinter banget ga pipis lagi di celana. Aku memang melatihnya, untuk kesiapannya sekolah nanti. Aku ga mau anakku jadi "bahan ledekan" teman-teman dan gurunya karena dia masih sekolah pake pampers. Perlahan, dalam waktu sekolah yang terhitung masih cukup lama, aku melatihnya ke Toilet sendiri. Belum sempurna memang, karena dia belum bisa "cebok" sendiri, tapi.. usahanya yang keras untuk ga pipis di celana, sudah cukup bagiku. Sedangkan untuk ga pup di celana, aku sudah melatih Pasya sejak dia mulai belajar jalan.
Sekarang, aku bisa "santai" membiarkannya tidur di tempat tidur kami, tanpa khawatir dia ngompol walaupun ga pake pampers. Aku tinggal mengingatkannya "Pasya.. ga pake pampers lho ya, kalo pipis bilang". Dan hal itu berhasil. Bahkan sekarang, Pasya yang selalu bertanya "Bunda, ni pake pampers ga, Pasya mau pipis...". Uh, pinter banget.
Di usianya yang 2,5thn ni hal itu sungguh sangat luar biasa. Aku tinggal melatihnya "lepas" dari pampers nya saat tidur. Tapi aku yakin, hal itu pasti bisa di lewati Pasya dengan baik.

Rabu, 17 Februari 2010

Play Group

Pasya sekolah...
Ya tahun ini dia mulai masuk sekolah Play Group. Jangan di tanya bagaimana antusiasnya dia. Setiap saat selalu tanya, "Bunda, kapan Pasya sekolah Play Group...". Hem, beberapa kali memang dia aku ajak "berkeliling" daerah dekat rumah. Mencari sekolah Play Group yang cocok dan pas dengan dia, juga kantong kami...heheheheh. Acara mencari sekolah Pasya bukanlah hal yang mudah. Bagaimana tidak, saat memasuki gerbang sekolah, Pasya pasti langsung takjub dengan segala atribut sekolah yang ada. Dari mulai isi kelas nya yang rame di hias bermacam gambar, sampai beraneka ragam mainan yang ada di tamannya. Kalo sudah begitu, jangankan mengajaknya pulang, menggandengnya beranjak sebentar saja dia tidak mau.
"Bunda...Pasya mau sekolah Play Group!!!".
Hem... semua mata memandangku. Seorang Ibu berkata "Pinter banget ya, sudah mau sekolah sendiri..yang lain kadang harus di bujuk dulu". Ya Pasya ku memang Istimewa. Dia sudah pinter pake sepatu sendiri, dan Istimewanya ga pernah terbalik antara kanan-kirinya. Pasya juga pinter menata puzzle, ga pernah bosen membolak-balikkan puzzle yang kadang masing suka salah tempat. Pasya juga sudah pinter makan sendiri, istimewanya dari dia 1 tahun, Pasya sudah bisa memisahkan duri ikan dari dagingnya, biji jeruk dari buahnya dan banyak lagi yang kadang belum bisa di lakukan anak seusianya.
Pasyaku...
Kadang aku kwalahan menghadapi "kepinterannya". Tapi aku sangat bersyukur memilikinya. Ga sulit mengajarkan hal baru kepadanya. Do'a-do'a pendek harian aja, dalam hitungan hari langsung di hapalnya. Belum lagi pelajaran lain yang sederhana tapi tak kalah penting, seperti bilang permisi saat dia ingin buang angin di tengah keramaian, ijin ke toilet saat ingin PUP, bilang terima kasih saat menerima apapun dari siapapun, dan banyak lagi.
Sekarang aku tinggal mengajarkannya lepas dari pampers nya, karena dia masih suka pipis di celana. Mengajarkannya toilet training sendiri, dan hal lain yang baru.
Tapi aku yakin hal itu ga akan lama di pelajarinya.