Minggu, 14 Oktober 2012

Status....

Paling males ya buat status di FB maupun di BB kalo akhir nya justru membuat orang lain "merasa" status saya itu di tujukan untuk dia. Hufh.....
Jujur ya, saya tidak pernah mengganggu siapapun dengan status saya, kalaupun ada yang merasa terganggu lalu saya harus bagaimana....
Ok, untuk antisipasi awal, seperti suami selalu bilang " perempuan itu sensi, walaupun kita ga bermaksud untuk mengganggu nya sekalipun terkadang mereka merasa kita itu sangat mengganggu. Maka nya, jaga jarak dengan sesama jenis kamu karena aku tau kamu tuh orang nya cuek, sedang yang lain ga bisa kan cuek seperti kamu. " ehm....
Ok, saya paham maksud suami, saya tau dia tak ingin saya lagi - lagi berada dalam posisi pertemanan yang salah. Maka saya pun membatasi diri saya dengan juga membatasi pemakaian FB dan BB saya untuk mengupdate status. Saya update status dengan kalimat yang santai bahkan kadang ga penting. Sekedar eksis saja kalo FB maupun BB saya masih aktif, semoga dengan begitu saya lebih bisa santai juga tanpa harus terintimidasi oleh orang yang merasa terganggu dengan status saya..... semoga.

Rabu, 10 Oktober 2012

Aku Harus Kuat....

Remuk redam rasa nya mendengar penjelasan dokter soal penyakit El. Sedih, cemas, ga ngerti harus berbuat apa. Air mata udah ngintip di ujung mata, siap tumpah kapan aja. Ada seorang teman memberikan aku kekuatan, dalam pesan nya dia menulis "Kita adalah seorang bunda... Tidak mudah memikul tanggung jawab ini, melahirkan dan mendidik buah hati. Tapi kita harus bisa, kita harus kuat, karna untuk mereka lah kita ada."
Ya, aku memang remuk, tapi melihat El yang seharian ini tetap ceria di sela pemeriksaan nya membuat aku bangkit dari sedih ku. Aku harus kuat, harus mampu berdiri untuk El yang belum juga paham apa yang terjadi pada nya saat ini. Aku juga harus kuat, untuk Pasya yang sementara waktu harus ku titipkan pada eyang nya karna El sakit.
Aku bersandar pada Allah saat hati ini sedang resah, walau tak ada ayah nya anak - anak aku berusaha tegar sambil mencari solusi terbaik untuk El. Tak akan membuat El lebih baik jika aku terpuruk sekarang. El butuh aku... Beruntung mama di sampingku saat ini, tak sendiri ku lalui detik - detik terpanjang ini..
Dalam kegalauan ku rangkai kata ini dalam hati .....
Bunda...
Tak ada waktu untuk mu bergelayut dengan luka hati yang ada.
Bunda...
Untuk si buah hati kau harus kuat, tegar apapun terpaan badai yang mampir pada mu.
Bunda...
Tak perlu risau kau tunggu pahala untuk semua pengorbanan mu, surga terbentang menanti mu.

*sajak kecil penguat jiwa*

Senin, 08 Oktober 2012

3 Kata ....

Tiba - tiba aja kok kepikiran ya tentang masa depan anak - anak. Bukan tentang sekolah mereka aja, tapi soal bagaimana mendampingi mereka sampai dewasa. Anak - anak butuh saya tak hanya hari ini... tapi mereka justru lebih butuh saya saat nanti mereka dewasa nanti.
Saya harus sehat, itu kata pertama yang keluar di benak saya. Ya, bagaimana mungkin saya bisa mendampingi langkah mereka jika saya tergolek lemah di tempat tidur. Saya tak hanya sehat secara jasmani, tapi lebih ke batin. Sebagai seorang wanita, istri sekaligus ibu saya butuh batin yang sehat. Batin yang sehat membuat saya mampu menciptakan aura kebaikan untuk anak - anak nanti nya.
Saya harus cerdas, itu kata kedua yang mampir di benak saya. Saya ingin jadi orang pertama yang menjadi media bertanya bagi Pasya dan El. Kalo memang jawaban saya jauh dari senpurna atau bahkan tidak bisa memuaskan dahaga bertanya mereka, saya akan alihkan ke ayah mereka. Karena bagi saya, anak - anak itu spon.... informasi apapun akan mereka serap dengan baik, karena nya jangan sampai spon itu menyerap air yang kotor.
Bisa jadi apapun yang mereka mau ..... itu kata terakhir yang terlintas. Anak - anak selalu ingin kita menjadi teman saat mereka butuh teman bermain, tapi saat mereka terjatuh nereka butuh pelukan hangat ibu nya, lalu saat mereka ingin bertanya mereka butuh guru untuk meluruskan pertanyaan mereka. Untuk itulah saya ingin jadi datu paket hemat buat mereka.... jadi apapun yang mereka mau, mereka butuh jadi mereka tak perlu mencari di luar rumah.
Tidak mudah memang jadi seorang ibu, apalagi saya ingin jadi ibu yang selalu ada untuk mereka, tapi saya yakin aaya mampu.. Karena saya ada untuk mereka.