Sabtu, 08 Maret 2014

Istirahat

"firman Allah swt

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِّمَنْ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur. ( Al Furqan : 62 )"

Siang hari berganti malam setiap hari nya. Rutinitas yang tak pernah berhenti sampai nanti kiamat tiba ...
Apa yang telah kita lakukan seharian ini, dengan siapa kita menghabiskan hari kita tadi ...
Saya dan suami selalu menghabiskan hari kami di saat weekend dengan anak2. Tak selalu pergi ke mall, bisa berenang, atao sekedar menikmati suasana pinggir pantai.
Simple memang, tapi bisa membuat kami dekat dengan anak2.
Saat tidak weekend, seharian kita habiskan untuk kesibukan kita sendiri. Suami sibuk ngantor, saya dan anak2 sibuk dengan rutinitas kami antara sekolah dan les...
Waktu nya istirahat...
Melepas penat sambil tidur berdampingan dengan anak2. Melihat mereka tidur, mensyukuri keberadaan mereka.

Jumat, 07 Maret 2014

Romantisme ...

“Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang
isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga
memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka
Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih &
sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari
isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah
dosa-dosa dari segala jemari keduanya” (HR. Abu Sa’id)

Membaca hadist di atas ingat pertama kali menikah. Suami selalu bilang ..
"Kalo menikah, mudah mendapatkan pahala. Shalat berjamaah bersama istri pahala, memandang istri dengan cinta berpahala, bahkan memegang tangan istri saja berpahala"
Yup.. memang mudah mengumpulkan pundi pahala saat kita sudah menikah. Romantisme sederhana juga bisa mendatangkan pahala.
Menjaga cinta tetap di tempat nya butuh "resep2" khusus. Bertambah nya usia pernikahan juga akan menambah banyak nya godaan dalam pernikahan.
Ciptakan romantisme tak hanya di hari istimewa, untuk tetap mempererat kasih yang ada.

Minggu, 02 Maret 2014

Ke kanak kanak an

Kalo ada orang yang suka iri melihat milik orang lain, alias selalu berpendapat "rumput tetangga selalu lebih hijau" maka bisa di katakan orang tersebut masih menyimpan sifat ke kanak kanak an dalam diri nya.
Bagaimana tidak ...
Coba anda liat sifat anak2.
Seberapa sama pun kita memberikan barang pada mereka pasti saja anak2 akan berebut, meminta barang yang sama pada teman ato sodara mereka.
Ga sekali dua kali bahkan mereka saling berantem, hanya karna iri melihat barang yang di pegang teman ato sodara nya.
Hal itu tidak jauh beda kan dengan sifat orang yang selalu tidak puas dengan milik nya, cenderung iri melihat milik orang lain.
Bagi orang2 dengan sifat tersebut, mereka selalu merasa "rumput tetangga selalu lebih hijau", apa yang mereka liat di luaran selalu tampak jauh lebih indah dari milik mereka sendiri.
Rasa kurang bersyukur, salah satu sebab nya. Di tambah dengan memilih teman pergaulan yang salah, lingkungan yang buruk ato tempat tinggal dengan tetangga yang tidak kondusif. Hal2 kecil itu akan semakin membuat sifat iri, tidak puas dengan kepemilikan diri semakin berkembang.
Memang tidak mudah memiliki sifat syukur, terutama jika kita selalu di hadapkan dengan hal2 duniawi.
Sibuk dengan teman yang punya istri ato suami yang lebih menarik dari milik kita ... repot dengan barang2 yang di miliki tetangga, apapun itu ... kesal saat melihat sodara yang punya anak lebih pintar dari anak kita.
Ehmmmm
Tak akan habis semua hal itu. Di mana kita berada hal2 itu akan kita dapati. Tinggal bagaimana kita bersyukur atas apa yang kita punya ..