Sabtu, 12 April 2014

Saran

Lucu ya saat kita bicara dengan seseorang, lalu ending nya kita minta pendapat dia, tapi kemudian kita patahkan sendiri dengan kata2 "ah ga usah gitu lah ... ribet".

Ehmmmm

Menerima masukkan orang lain memang tidak mudah, apalagi jika kita merasa diri kita benar, atao sedang berada dalam posisi "atas". Tapi pernah kah kita sadar, bahwa kita tidak bisa menilai diri kita sendiri, kita butuh "cermin". Dan cermin itu adalah orang lain.

Sadar akan diri yang penuh kekurangan, alangkah baik nya jika kita legowo menerima masukkan dari orang lain. Menjadikan hal tersebut sebagai cermin bahwa ada hal dalam diri yang harus di perbaiki.

Atau jika memang sadar, diri tak sanggup menerima kritik orang lain, maka jangan meminta pendapat orang lain. Putuskan semua nya sendiri, toh baik buruk nya anda sendiri yang akan menanggung akibat nya... ya kan.

Jangan buat orang lain merasa kerdil karna pendapat nya anda abaikan padahal di saat awal anda yang meminta nya "dengan tulus".

Minggu, 06 April 2014

Berdagang

**”Sesungguhnya sebaik-
baik usaha adalah usaha perdagangan yang apabila mereka berbicara tidak berdusta, jika
berjanji tidak menyalahi, jika dipercaya tidak khianat, jika membeli tidak mencela
produk, jika menjual tidak memuji-muji barang dagangan, jika berhutang tidak
melambatkan pembayaran, jika memiliki piutang tidak mempersulit”
(H.R.Baihaqi dan dikeluarkan oleh As-Ashbahani).**

Berdagang adalah profesi rasul. Banyak hadist yang menerangkan soal berdagang. Seperti 1 hadist di atas.

Saya sudah merasakan menjadi pedagang, sekaligus sebagai pembeli. Banyak suka duka saya rasakan, baik sebagai pedagang mau pun sebagai pembeli. Sebagai pedagang, tentu kesabaran ekstra harus di siapkan untuk menghadapi pembeli, apalagi kalo sudah jadi langganan.

Semua ego di lupakan, kemarahan di kesampingkan agar pelanggan merasa nyaman berbisnis dengan kita.

Lain lagi saat kita sebagai pembeli. Pembeli memegang "kunci" dalam perdagangan. Pembeli boleh bebas bertanya soal barang yang ingin di beli, pembeli bebas mengajukan tawaran terhadap harga yang di tentukan, dan yang terpenting pembeli harus di buat nyaman selama transaksi berlangsung, bahkan sampe barang di terima / di gunakan si pembeli.

Pengalaman berharga baru saja saya alami. Saya beberapa saat lalu kecewa dengan supplier sebuah online shop. Kami terhitung langganan lama, tapi entah kenapa pelayanan mereka sangat jauh dari memuaskan. Pertama, saya mendapati kenyataan paket barang saya hilang. Pada saat saya klaim penggantian, mereka tidak ada respone positif malah menulis dalam status bbm mereka tentang paket saya dan kerugian mereka. Tak berapa lama, paket saya tergantikan dengan separuh harga kehilangan, karna inisiatif saya. Saya masih melihat jalinan kerja sama kami terdahulu. Kasihan jika harus merugi toh paket hilang tidak sepenuh nya kesalahan mereka. Kedua kali, baru saja saya alami tadi siang. Paket saya sampe dengan keadaan barang tidak memuaskan. Tentu saya langsung bbm supplier bersangkutan tapi ... bukan hal positif yang saya dapat, lagi2 mereka berdalih dan tetap pada pendirian ini bukan salah mereka.

Kecewa tentu...
Tapi saya lantas mengambil inisiatip. Buat apa kita debat soal barang yang sudah di tangan, sudah kita bayar sehingga membuat orang lain tidak suka pada kita. Saya langsung tau type penjual seperti apa mereka. Bahkan kata maaf pun tidak saya dapat.

Belajar berlaku baik kepada pembeli jika anda memutuskan diri sebagai penjual. Bagi sebagian pembeli harga mahal tidak membuat "mundur", karna pembeli lebih mengutaman kenyamanan dalam bertransaksi, respone positif serta penjual yang tidak sungkan meminta maaf dalam kekurangan penyediaan jasa mereka.

Be smart seller ....
Plizzz!!!

Jumat, 04 April 2014

Memuliakan istri

Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassalam sendiri menjadikan ukuran kebaikan seseorang bila ia dapat bersikap baik terhadap istrinya.

Beliau pernah bersabda:
“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya di antara mereka. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya.”
(HR. Ahmad, 2/527, At-Tirmidzi no. 1172. Dihasankan oleh Asy-Syaikh Muqbil t dalam Ash-Shahihul Musnad, 2/336-337)

_____________________________________

Terkadang sebagian dari suami lupa bahwa keberhasilan nya tidak lepas dari do'a dan peran seorang istri. Lihatlah orang2 besar yang memuliakan keluarga nya, terutama istri. Kehidupan mereka jauh dari fitnah, dan baik penghidupan nya. Mari juga lihat orang2 besar dengan catatan luka di hati istri nya, betapa mereka terpuruk dalam kenistaan dunia.

Tidak sulit dalam memuliakan istri. Datang kepada nya dengan bahasa dan perilaku yang baik, menerima masukkan2 dari nya dan melakukan nya, juga menjaga hati nya agar tetap dalam rasa aman, nyaman dan bahagia.

Saat istri bahagia maka bahagialah seluruh rumah. Begitu juga sebalik nya.

Muliakan lah istri agar bahagia seisi rumah, agar do'a nya mengalir hingga ke langit untuk keberhasilan anda juga. Tengok ke dalam hati anda, bagaimana keadaan anda sekarang ... apakah anda masih merasa kecewa dengan hidup anda, jika iya, tanyakan pada istri anda apakah anda sudah memuliakan dia?!?!

Jangan menjadi pribadi baik di mata orang lain saja, namun muliakan keluarga terutama istri agar anda di angkat menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aamiin