Kamis, 26 Juni 2008

Siapa sih Anda???!!!


Pertanyaan itu selalu muncul dalam benakku saat aku bersitegang dengan si Boss. Bukannya aku ga menghargai dia sebagai atasan, tapi perilaku dia yang tidak "manusiawi" terhadap kami karyawannya membuat aku marah. Tak jarang dia marah-marah tanpa sebab, belum lagi dengan kata-katanya yang lebih mirip "orang tak berpendidikan" dari pada seorang intelek.


Siapa sih Anda Pak???


Jika Anda pikir Anda adalah Tuhan hanya karena kami "menumpang" makan dari tangan Anda, Anda salah besar. Kami memang "mengabdi" pada Anda pak, tapi itu tak lebih sebatas karyawan, bukan sebagai "budak". Kami juga manusia, kami mengerti bahasa yang Bapak katakan, bahkan bukannya tidak mungkin kalo kami jauh lebih intelek di bandingkan Bapak.

Kami mungkin sering membuat kesalahan, tapi apakah Bapak juga tidak??!! Kita semua sama Pak, tak ada beda, hanya "garis tangan Tuhan" yang membuat kami sekarang menunduk di depan Bapak, tak lebih. Bukan menunduk tanda kami takut, tapi karena kami masih menghargai Bapak.

Tolonglah kita bisa berfikir secara dewasa, kembalikan semuanya ke dalam hati nurani kita. Apa kita ini satu Visi??!! Visi memajukan perusahaan untuk kepentingan kita bersama, bukan untuk keegoisan dan kearoganan kita??!!Mari kita dewasa, dan memposisikan diri kita sebagai "manusia" agar kita bisa melihat orang lain juga sebagai manusia, bukan binatang.

Minggu, 25 Mei 2008

Pasyaku...

Saat tidur tadi malam aku terbangun karena mendengar Pasya yang merengek dalam tidurnya. Aku langsung meraihnya, dan memberikan susu untuk mendiamkannya. Tapi dia tak juga tenang, malah semakin merengek, seolah susu yang aku berikan bukanlah yang dia mau. Aku memeluknya, mengelus lembut kepalanya..Aku bisikkan di telinganya lembut "Pasya mau apa de...??!!" Tapi dia tetap saja merengek. Aku tengok jam diding kamarku, jam masih menunjukkan pukul 2 malam. Aku pasrah, aku ga tau mesti gimana lagi. Dalam rasa kantuk, aku coba memeluknya dan memegang seluruh badannya, memastikannya apa dia kesakitan...

Tak lama, aku temukan penyebabnya. Dia pup....Ya, beberapa hari belakangan ini dia memang suka sekali pup malam-malam seperti ini, padahal sebelumnya tidak. Aku intip pampersnya dan aku lega, karena pup nya biasa, tidak mencret. Aku angkat tubuh mungilnya ke kamar mandi, matanya yang masih mengantuk menatapku dengan penuh arti, seolah dia juga ga mau bangun malam - malam seperti ini, dia juga masih ngantuk. Aku membersihkan bekas pup-nya, dan menggantikan pampersnya. Lalu dia tidur lagi dengan lelap. Aku pandangi wajahnya yang mungil, aku ciumi dengan penuh kelembutan. Rasanya sudah lama banget aku ga bangun malam - malam gini, semenjak Pasya beranjak "gede". Aku kPasya_on_majalahangen juga saat seperti ini...

Rasanya dia tumbuh cepat sekali. Sekarang sudah bisa merangkak, ga terasa ya...Selasa besok usianya sudah 8 bulan, itu tandanya sudah 8 bulan juga dia berada di antara aku dan Ayahnya. Buah cinta kami itu semakin pintar saja, semakin ekspresif dan banyak maunya. Dia sudah bisa bilang "mamam.." ah lucunya, belum lagi teriakkannya yang keras, yang kadang membuat om-om nya marah, karena terganggu.

Pasyaku juga sudah bisa duduk, walaupun masih perlu bantuan. Ya, ga terasa waktu berlalu dengan begitu cepatnya, seolah "memakan" semua hal yang melewatinya. Aku bahagia dengan perkembangannya, badannya memang mungil, bahkan kata beberapa orang dia tergolong kurus di banding teman - teman seumurannya, tapi untuk gerakkannya...Jangan di tanya deh, beberapa orang yang pernah menggendongnya, mengaku kewalahan dengan tingkahnya yang akif banget. Pasyaku juga tergolong anak yang gampang banget, ga rewel, di ajak sapa aja mau, trus untuk urusan makan juga dia gampang banget. Bangga banget punya bidadari seperti dia.

Pasyaku...

Semoga kau menjadi anak yang sehat, akt if dan cerdas. Lengkapi kebahagiaan Bunda dan Ayah dengan menjadi anak kebanggaan keluarga, ya nak....Do'a kami selalu untukmu.

Sabtu, 10 Mei 2008

Seharusnya Kita Malu...

Berapa banyak dari kita yang kala sibuk dengan pekerjaan lalu melalaikan tugas kita yang lain, yang justru jauh lebih penting. Saya terkesima saat saya pulang kerja dan mampir ke tukang jual makanan kecil. Adzan magrib memang telah bergema, membahana memanggil kita semua manusia yang beragama Isalam. Perut lapar saya membuat saya membelokkan kaki terlebih dahulu, "toh baru azdan", begitu pikir saya. Tapi saat saya telah memasuki tukang makanan yang saya tuju, saya di kagetkan dengan ketidak hadirannya si penjual makanan..."kemana dia??!!" pikir saya.

Tukang makanan lain di belakang saya langsung melayani saya dengan sigap. "Maaf Bu, tukangnya sedang shalat..Mau beli apa??" Ups... Saya lalu menunjuk makanan yang saya inginkan, lalu membayarnya dengan segera, dan bergegas meninggalkan warung itu, sambil mata saya sigap mencari masjid terdekat.

Dalam sujud panjang saya, saya kembali termangu dengan1457 kejadian tadi. Bagaimana tidak, saat kita sibuk dengan pekerjaan kita masing - masing, di luar sana ada orang yang justru rela meninggalkan pembelinya untuk menunaikan kewajibannya terlebih dahulu. Saya jadi ingat, bukankah rezeki kita sudah ada yang mengaturnya, lalu mengapa kita takut dan seolah mengejarnya tanpa kenal waktu...Alangkah kerdil jiwa kita, seharian kita bergelut dalam rutinitas duniawi, kita lupa dengan sang pemberi rezeki kita. Ah, sudah seherusnya kita malu bukan??!!