Di jaman yang serba gadget seperti sekarang sangat mudah "menunjukkan" jika kita tidak suka terhadap seseorang. Bagaimana tidak, menulis status sekarang bisa bebas di wall atau time line kapan pun kita mau. Isi nya bisa apapun termasuk sindiran halus terhadap seseorang, nah soal bagaimana agar orang yang di maksud tidak tau ya ga perlu di mention atau di tag ke orang tersebut, simple.
Nah saat kita tidak suka terhadap seseorang pun dengan mudah kita tinggal unfollow aja, atau delete contact nya. Ringkes tanpa perlu debat kusir panjang2. Kalo di tanya oleh yang bersangkutan, tinggal "mengaku" kalo gadget sedang bermasalah... lagi2 simple.
Beberapa kali saya mendapati teman mendelete saya hanya karna tidak suka dengan status saya, atau saat kami ngobrol ada beberapa kata2 saya yang kurang pas dengan suasana hati nya. Yes, hari berikut nya nama saya akan langsung ter-delete dari daftar list.
Saya ga masalah dengan hal tersebut, siapapun berhak meng-add atau men-delete list friend nya. Tapi buat saya, saat saya tidak suka dengan seseorang saya cenderung diam, membiarkan nya saja berada di list friend saya, toh dalam pertemanan ga mungkin kan kita selalu satu pendapat, ya kan ...
Just enjoy itu lah hidup beda pendapat ato ga satu pikiran ya ga masalah masa mau 1 visi terus ya ga mungkin lah?!?
Selasa, 28 Januari 2014
Tidak Suka
Senin, 27 Januari 2014
Bersyukur
Melihat perkembangan anak2 dari hari ke hari sungguh menakjubkan. Bisa "mencatat" kebisaan mereka satu persatu tiap saat nya adalah hal yang luar biasa.
Banyak memang kekurangan saya sebagai seorang ibu, masih terus belajar di sana sini. Anak2 membuat saya kembali belajar hal2 yang dulu saya sepele kan. Mereka membuat saya mampu menangis haru saat melihat mereka akur, mereka membuat saya "kreatif" saat harus bergantian menemani mereka, dan mereka mengajarkan saya arti nya takut kehilangan.
Ya, tak pernah jantung saya rasa seolah berhenti berdetak, seperti saat mendapati anak panas sampai 39 derajat, atau saat mendapati anak terluka. Anak2 mengajarkan saya rasa syukur dengan dimensi yang berbeda. Mereka memberi saya rasa khawatir, rasa takut kehilangan.
Malam ini saat saya melihat anak2 tertidur lelap, saya mengucap ribuan syukur karna Allah lagi2 begitu baik pada saya. Tak pernah saya berfikir Allah akan memberikan saya suami yang baik, serta anak2 yang sehat dan cerdas. Tak henti ucapan syukur saya, sambil terus menikmati teduh nya wajah anak2.
Rabu, 15 Januari 2014
Nekat
Dari beberapa pengalaman saya, banyak hal saya lalui dengan kenekatan. Contoh simple, saya termasuk takut ketinggian, tapi beberapa kali saya berhasil mendarat dengan mulus dalam olah raga flying fox. Saya juga bisa melalui dengan lancar kemana2 naik mobil, padahal saya sama sekali tidak kursus.
Nekat kadang membuat kita sadar akan potensi diri yang sebelum nya tersembunyi. Coba lihat sekitar kita, berapa banyak orang2 yang sanggup menghadapi masalah karna mereka nekat. Ya, nekat dalam berbagai hal. Seorang ibu misal nya bisa nekat melakukan apapun demi melindungi anak2 nya. Atao seorang ayah yang nekat mencari kerja apapun asal halal demi keluarga padahal hanya bermodal ijazah sekedar nya. Semua demi orang2 terkasih.
Itulah nekat yang positif...
Tapi ...
Ga sedikit orang yang nyata2 nekat demi hal negatif. Memberikan kepuasan semata pada diri tanpa pikir akibat nya, dengan nekat meraih nafkah dengan cara tidak halal misal nya.
Buat saya, hidup penuh tantangan. Kalo kita hanya membuka mata pada hal2 yang "menurut kita", kita mampu, maka saat itu lah kita harus nekat. Nekat dalam batasan positif dan dengan tetap mengukur akibat nya. Karna jika tidak lg perduli pada akibat, itulah saat nya kita berkaca, kita nekat ato bodoh .....