Rabu, 30 April 2014

Miris

Membaca berita (lagi) mengenai terbunuh nya sebuah keluarga hanya karna sakit hati cinta di tolak.

Semakin ngeri dengan orang2 yang nota bene sakit hati. Hati yang terluka jika tidak di bungkus dengan akhlak yang baik bisa menjadi bencana.

Sedang heboh berita, mengenai seorang pemuda yang cinta nya di tolak oleh keluarga pacar nya karna dia pengangguran. Dalam rasa sakit hati yang teramat dalam, tanpa pikir panjang pemuda tersebut memilih menghabisi nyawa keluarga pacar nya.

Betapa pendek jalan pikiran nya. Tidak kah dia berfikir akan dampak nya. Akan kah dengan membunuh cinta nya akan berbalas, dan berbuah manis?!?!?!

Punya anak di jaman sekarang sangatlah sulit. Tidak hanya secara fisik kita harus menjaga nya dari kejahatan seksual yang juga sedang marak. Tapi jauh dari itu kita juga harus menjaga nya dari kejahatan jiwa. Hati boleh terluka tapi jiwa harus tetap berfikir baik. Jangan sampai hanya karna hal sepele kita korban kan masa depan kita di penjara dunia dan di neraka nanti nya ... naudzubillah

Dalam hati selalu berdoa...
Agar anak2 bisa menjadi kebanggaan, lembut hati nya. Kelembutan hati adalah anugrah, karna hati yang lembut akan membawa kebahagiaan bagi pemilik nya.

Cinta hanya sekelumit kisah...
Yang akan datang dan pergi seiring usia...
Nikmati selama dalam jalan Nya yang benar...
Saat terluka karna nya, bangkit buktikan bahwa hidup tak hanya berkutat soal cinta ...

Ramah

Melihat pasya bersosialisasi dengan teman2 baru membuat saya salut.

Saya termasuk orang yang sulit memulai sebuah percakapan di tengah2 orang baru. Rasa jengah dan sungkan sering kali menghampiri. Berbeda dengan suami yang memang terkenal supel. Ketemu orang di mana saja obrolan bisa langsung terjadi.

Pasya memiliki sifat sensi yang terkadang bermasalah saat keinginan nya tidak terpenuhi. Kebisaan nya memanage perasaan masih harus di asah.

Tapi ...
Saat bertemu teman baru, pasya ramah. Tak segan menegur lebih dulu bahkan bisa mengajak nya bermain dengan asyik.

Namun hal itu bisa berbeda cerita saat teman2 nya justru menjauhi nya karna "kelebihan2" nya. Seperti beberapa kali kasus terjadi di sekolah, teman2 menjauhi karna pasya selalu mendapat nilai bagus. Saya selalu mengajarkan berteman dengan siapa saja, tapi ... pilih teman yang benar2 baik. Teman yang tulus.

Contoh2 ringan saya angkat tiap kali permasalahan tentang teman2 nya muncul. Saya beri gambaran, bagaimana teman yang baik itu bersikap, dan bagaimana yang tidak baik bertingkah laku.

Ya nama nya anak2. Bagi mereka punya banyak teman adalah menyenangkan, tidak perduli baik atau tidak. Kembali nya saya biarkan seleksi alam yang berlaku. Pelan2 pasya akan mengerti sendiri "konsep" berteman yang sebenar nya ... mana teman yang tulus, mana teman yang hanya baik sementara.

Selasa, 29 April 2014

Bahagia

Selalu suka melihat ekspresi orang2 yang dengan tulus mengucapkan terima kasih saat saya mengulurkan tangan berbagi dengan mereka ....

Bukan ucapan terima kasih dari orang2 yang muka nya tersenyum tapi hati nya ngedumel ....

Senyum tulus para guru yang selalu sumringah saat pasya membawa makanan ke sekolah, atau senyum ramah guru les saat pasya berbagi susu dengan anak2 mereka.

Sederhana memang ...
Tapi senyum tulus mereka membuat saya selalu ingat kemanapun saya pergi untuk sekedar membawa buah tangan untuk mereka.

Apalagi saat do'a2 baik mengalir dari mulut mereka. Saya yakin, malaikat berkumpul saat mereka memanjatkan nya untuk saya dan keluarga.

Berbagi memang bukan hal yang awam.

Tapi mampu berbagi dengan orang yang tepat tidak lah mudah. Buat saya, para guru dan keluarga nya wajib di muliakan karna do'a mereka melengking sampai ke langit. Para dhuafa juga penting, karna malaikat selalu bersama mereka.

Buat saya, orang2 dengan senyum&doa tulus itu jauh lebih mulia dari ribuan ucapan terima kasih yg mendarat via sms.

Berbagi memang mudah bagi sebagian orang. Tapi bagaimana menghadirkan senyum dan do'a di setiap pemberian kita, itu lah berkah yg sesungguh nya ...