Tampilkan postingan dengan label Berbagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berbagi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Juli 2014

Nikmat nya Ramadhan

Beberapa hal yang selalu saya tunggu saat ramadhan tiba salah 1 nya adalah kebersamaan berbuka dan sahur.

Bisikan lembut suami saat membangunkan sahur menghapus semua kantuk yang bergelayut.

Suami memang bangun lebih dulu dari pada saya,  setelah selesai dengan ritual shalat malam dan mengaji nya,  suami lantas membangunkan saya dan kk pasya, sulung kami.

Tidak asal membangunkan...

Ada trik khusus yang suami lakukan.

Sebelum nya suami berkumur dengan mouthwash systema. 

Nafas jadi segar, kalo nafas udah begitu,  membangunkan sahur pun jadi menyenangkan...

Kk pasya pun jadi ga males bangun. Tinggal di bisik2 di kuping nya,  cium2 sayang dikening sambil goyang2 badan nya.  Lancar jaya...  Langsung deh bangun :)

Walau masih dengan sedikit kantuk tersisa,  kk pasya memulai sahur.  Ini adalah puasa kedua yang di jalani kk pasya full sampai magrib.

Kk pasya mulai puasa sejak TK A,  tapi belum full sampai magrib.  Jelang kelas 1, perlahan full sampai magrib,  alhamdulillah.  Berlanjut sampai sekarang jelang kelas 2.

Hebat kk pasya,  walau puasa tapi semua kegiatan nya tak pernah absent.  Semua di jalani dengan semangat.  

Saya pun tak mau kalah dengan kk pasya,  selalu siap menemani seabrek kegiatan nya,  saya harus tetap fresh,  terutama soal mulut. Masa bertemu orang banyak punya masalah mulut,  ga banget kan...  :)

Andalan saya mouthwash suami,  mouthwash systema.  Membuat mulut fresh dan menjaga semangat seharian. 

Soal makanan,  kk pasya dan suami juga pilih2 saat ramadhan seperti ini. 

Mau nya yang manis dan segar,  dari mulai es kelapa,  sup buah,  es pisang hijau,  sampai bubur sumsum mereka request.

Saya tentu was2 dengan kesehatan gigi mereka.  Makan manis2 terlalu sering pasti akan berdampak negatif kan...
Gigi bisa berlubang,  gusi pun mudah berdarah. 

Buat saya,  kesehatan keluarga selalu yang utama, termasuk kesehatan mulut. Ga cuma ramadhan saja,  di bulan2 lain pun,  saya selalu aware soal itu. 

Apalagi kk pasya mulai tanggal gigi susu nya,  jadi saya harus semakin hati2 merawat gigi dewasa nya.  Salah 1 nya dengan memberikan sikat gigi serta pasta gigi yang tepat. 

Setiap sehabis sahur dan berbuka,  suami selalu mengingatkan kk pasya untuk menggosok gigi dengan sikat gigi systema.
Sikat gigi systema Power Clean mampu melakukan pembersihan secara menyeluruh karena mampu menjangkau ke sela tersempit gigi,  gigi sehat, kk pun merasa segar.

Kk pasya juga suka dengan bulu sikat nya yang lembut sehingga tidak mudah melukai gusi.

Untuk suami,  ia selalu menambahkan mouthwash systema sehabis menyikat gigi.  Lebih PD kata nya.  Hehehe

Sebelum memakai produk SYSTEMA, saya search di internet apa produk kesehatan mulut dan gigi yang bagus dan tepat untuk keluarga. 

Jatuh cinta pada produk SYSTEMA, pasta gigi nya memiliki kelebihan membasmi masalah pada mulut,  apa saja sih masalah mulut, ini lho...

*Gigi berlubang,  systema Membantu memperbaiki nya dalam 2 minggu
*Gigi rapuh,  systema Membantu memperkuat gigi,
*Mulut berbakteri,  systema Membunuh bakteri, 
* Plak pada gigi,  systema Membantu mengurangi plak, 
* Gusi berdarah,  systema Menjaga gusi tetap sehat, 
* Mulut terasa tidak enak,  terutama saat puasa,  systema Menetralisir asam di mulut,
* Nafas tidak sedap,  (salah 1 kondisi ga menyenangkan saat puasa), tapi systema dapat Mengurangi bau mulut, 

Ehm....
Kompleks kan,  kesehatan dan kesegaran mulut bisa di dapat sekaligus.

Mouthwash Systema juga dapat melindungi kesehatan rongga mulut secara menyeluruh, mampu membunuh bakteri serta melindungi gigi, mencegah penumpukan plak pada gigi yang menyebabkan bau nafas tak sedap.

Systema Mouthwash tidak memberikan efek pedih, tapi tetap memberikan efek yang maksimal bagi perlindungan mulut.

Bukan halangan untuk menyantap makanan manis2 selama perawatan gigi di serahkan pada ahli nya,  systema.

Ramadhan berkah, ibadah khusuk, Mulut dan gigi bersih,  in sha allah...

Senin, 19 Mei 2014

Kembali pada kita

Allah Tabaraka wata’ala berfirman (di dalam hadits Qudsi):
“Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (HR. Muslim)

Selalu percaya kalo semua perbuatan akan kembali pada kita, baik atau pun buruk.

Betapa terharu melihat tayangan youtube mengenai sedekah. Betapa anak kecil si penerima sedekah masih ingat akan kebaikan bapak warung yang menolong nya membeli obat untuk ibu nya. Kebaikan itu di balas saat si bapak tergoleh lemah di RS. Anak tersebut rela mengoperasi bapak itu tanpa biaya sepeserpun, karna profesi nya sebagai dokter. Sang dokter menulis dalam surat nya pada si bapak "biaya operasi di bayar lunas 30tahun lalu saat bapak membantu saya."

Haru ...
Saya sedang "menabung" sekarang. Mencoba memberikan kebahagiaan untuk orang lain, dengan harapan kelak kebaikan itu akan kembali pada saya atau mungkin anak2 saya. Bukankah tidak selama nya kita akan seperti sekarang...

Berbagi... berbagi... berbagi nak.
Itu kata2 yang selalu saya ingatkan pada anak2. Jangan sampai kita lupa pada orang2 sekitar nak, guru2 kita dan teman2 kita. Berbagi dengan hal yang kita bisa, agar kelak Allah mencukupkan semua kebutuhan Mu, Allah memudahkan urusan Mu, dan Allah menjadikan hidup Mu berkah. Aamiin

Rabu, 12 Maret 2014

Getaran

”Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (pembayarannya oleh Allah) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.”
(QS.Al-Hadid:18)

Berbagi di saat rezeqi sedang lapang, sangat lah mudah. Tapi saat rezeqi sedang sempit .... tentulah butuh keikhlasan lebih untuk berbagi.
Rasakan kenikmatan berbagi sampai getaranya menyusup ke kalbu. Ya berbagi di saat rezeqi kita justru sedang di ujung tanduk, berbagi dengan keuangan kita yang limit...
Sungguh kenikmatan tiada tara ...
Allah banyak menuliskan balasan serta kebaikan2 dari sedekah. Masihkah kita meragukan nya?!?!

Selasa, 11 Maret 2014

Berbagi

"Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari
kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain.
(HR : Imam Ahmad)"

Sore ini membuka hadist ini sesuai banget dengan keadaan hati....
Kadang lelah berdo'a tapi rasa nya Allah enggan jua menengok pada kita.
Beberapa hari lalu saat anak2 tergolek lemah sakit, seolah semua do'a telah di panjatkan tapi keadaan anak2 belum pula membaik.
Perlahan hati mulai resah, tidakkah Allah menguji hamba nya melebihi kemampuan?!? Lalu apakah menurut Allah saya masih "mampu" melewati cobaan ini...
Pasrah...
Jatuh dalam do'a itu yang saya lakukan.

Saat sakit si sulung harus pula ulangan harian. Perlahan menyusup pertanyaan, "apa bisa belajar dalam keadaan seperti ini?!?" Tapi Allah menunjukkan kasih sayang Nya.
Tanpa kesulitan berarti si sulung dapat melewati proses belajar nya, bahkan ujian nya pun bisa lancar dan hasil nya memuaskan melebihi teman2 nya.
Bersyukur pasti...
Allah memudahkan semua nya, sakit yang Allah beri hanyalah sebagian teguran kecil agar saya semakin perhatian pada anak2. Berkaca pada kejadian kemarin, saya yakin bahwa kemudahan yg Allah beri tak lepas dari do'a2 kami, serta amalan2 kami. Salah satu nya memberi kemudahan untuk orang lain. Semoga selalu bisa menebar manfaat agar kebaikan yang ada tidak hanya menjadi tabungan pahala, tapi juga kembali kepada kita saat kita membutuhkan kasih sayang Allah ... insyaallah ;)