Rabu, 05 September 2007

1Tahun Kebersamaan Kita

Tak terasa 1 Tahun sudah kita lalui bahtera rumah tangga ini. Tak hanya suka yang kita reguk, tapi juga duka dan lara. Memang bukan hal yang mudah untuk selalu menemanimu dalam kebersamaan ini, tapi cinta dan sayangku memanduku untuk selalu setia menemanimu. Sebagai Istri mungkin aku belumlah sempurna, namun dengan kasih sayangmu, kau dengan telaten mengajari aku untuk dapat selalu memahamimu. Setiap hari bersamamu, aku belajar hal baru dalam hidupku. Belajar untuk memahamimu, mencintaimu, dan selalu setia disampingmu. Aku mencintaimu, dulu, sekarang, nanti dan selamanya....
Sebulan lagi genap sudah kebahagiaan kita, dengan hadirnya buah cinta kita. Bayi mungil yang selama ini kita tunggu kahadirannya. Semoga dengan lahirnya simungil, semakin mempererat cinta kita, dan menjadikan kita sebagai pasangan yang jauh lebih baik lagi.amin.
Selamat hari pernikahan, suamiku...Aku bahagia Allah menjadikan kau sebagai belahan hatiku.

Jumat, 31 Agustus 2007

Kado Tanda Cinta


Tanggal 30 Agustus kemaren memang hari dimana beberapa tahun silam aku dilahirkan kedunia. Ada banyak hal yang berbeda dengan ulang tahunku beberapa waktu yang lalu. Kalo setahun yang lalu aku menjalani ulang tahun ku dengan calon suami, karena kebetulan hari pernikahan kami hanya berbeda 4 hari dengan hari ulang tahunku. Tahun ini, aku sudah merayakan ulang tahunku dengan sang suami tercinta. Satu peristiwa yang sangat membahagiakan dalam hidupku...
Pulang kantor 1 hari sebelum ulang tahunku, suami menelpon dengan nada ceria, mengabarkan bahwa 1 kado special telah disiapkan untukku. Wah,rasanya ga sabar banget untuk menunggu kepulangannya dari kantor, padahal jam pulang kantornya tak lama lagi. Tak lama, suami sampai dirumah...dengan wajah berseri dan sedikit meledek suami memeluk saya dengan mesra. "Mana kadonya,yang (panggilan sayang saya pada suami)...??!!" Pertanyaan saya malah dibalasnya dengan senyum simpul penuh makna, sambil meledek dia berkata "Nanti donk, ntar ga surprise.." Halah, males banget deh, pikir saya dalam hati, bikin penasaran aja. Akhirnya saya harus menunggu lagi dengan sabar untuk melihat kado special dari suami.
Hem...sampai juga dirumah kami, wah bisa segera buka kado neh, begitu pikirku saat melangkahkan kaki pertama kali dirumah. Saya langsung menagih hadiah itu. Dan satu kotak merah hati lengkap dengan gambar hati dimana-mana saya terima dengan hati berdebar. Lengkap dengan 1 buah kartu ucapan yang romantis mengiringinya. Wah, ternyata hadiahnya Gamis manis wana merah hati. Duh, kok rasanya ga percaya kalo kado ini pilihan suami. Bukannya apa-apa, soale baju ini termasuk baju yang "ceweq" banget. Tapi ternyata suami punya selera yang bagus banget. hehehe...
Kado indah tanda cinta di Ulang tahunku, Ulang tahunku yang pertama dalam kebersamaan kita....semoga cintamu tak hanya sebatas awetnya baju ini dilemari, tapi selalu awet sampai ajal memisahkan kita. I LOVE U,suamiku....Thanks 4 everythings.

Jumat, 24 Agustus 2007

Cinta Yang Tak Tergantikan

Sebagai calon Ibu,mungkin saya bukanlah seorang Ibu yang baik. Bagaimana tidak, saya tidak pernah tau tentang nutrisi dan susu hamil yang baik untuk saya dan si calon bayi. Itu lebih karena segala hal yang berkenaan dengan kehamilan saya si calon Ayahlah (suami) yang dengan sigap mengurusnya. Mulai saya dinyatakan hamil oleh Dokter, suamilah yang cekatan mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan kehamilan saya, dari mulai nutrisi yang harus saya penuhi untuk kesehatan janin dan saya, susu hamil sampai hal-hal kecil lainnya.
Sepulang kerja, secapai apapun lelah yang mendera, suami selalu membuatkan segelas susu hamil hangat untuk saya minum, lalu setelah kami selesai shalat isya berjamaah, suami memotong buah untuk pelengkap nutrisi saya hari itu. Lalu dengan setia suami menemani saya memakan buah itu sampai habis, bahkan tak jarang malah suami yang menghabiskan (hehehe..), setelah itu suami mengingatkan saya untuk segera meminum susu hamil, sambil mengelus mesra rambut saya "Chayang, (panggilan sayang suami pada saya) ayo susunya diminum, nanti keburu dingin...." Duh, rasanya tak mungkin deh ada wanita lain diluar sana yang dimanjakan seperti saya sekarang. Setelah minum susu, barulah kami berdua tidur. Tak hanya itu saja tanda cinta suami, saat saya "mengeluh" sakit pada pinggang, atau capek pada kaki karena beban perut yang semakin membesar, suami juga dengan sigap langsung memijit saya dengan tangan lembutnya. Walaupun kadang yang lebih terasa adalah geli, bukannya rasa sakitnya yang berkurang. Tapi itulah suami saya, yang dengan cintanya selalu membuat saya nyaman dengan kehamilan ini, dia juga selalu menguatkan dan mendukung saya saat saya "lelah" dengan kehamilan ini. Kalo kata orang ada yang namanya suami SIAGA, maka untuk saya suami lebih dari suami SIAGA, tapi juga dokter pribadi saya, karena dia lah yang memantau segala nutrisi saya selama kehamilan, suami juga seorang psikiater,karena dia yang selalu bisa menenangkan saya dalam menghadapi kehamilan ini. Itulah cinta suami yang tak tergantikan oleh siapapun dan sampai kapanpun. Saya sungguh beruntung memilikinya, dan bayi kamipun sangat beruntung memiliki calon ayah seperti dia.