Minggu, 21 September 2008

Mudik...

Tahun ini adalah mudik pertama Pasya. Tepat banget dengan usianya yang tahun ini menginjak 1 tahun. Antusias pastinya, di tambah lagi dengan "khayalan" maniez di kampung nanti. Pasya memang cucu pertama dari keluarga suami, jadi bisa di pastikan akan mendapat sambutan yang luar biasa di Lebaran nanti. Belum lagi Ulang tahunnya nanti akan di rayakan di sana. Udah kebayang kehebohan yang akan terjadi.

Persiapanku sebagai Bundanya tak hanya "repot" mempersiapkan bekal pakaian, susu dan makannya saja. Tapi aku juga mempersiapkan stamina Pasya yang nantinya pasti akan terkuras di perjalanan. Bayangkan saja, dari Tmudikangerang ke Purwokerto jaraknya 20 jam. Wah...aku cukup khawatir dengan kesehatannya.

Memang, Pasya termasuk anak yang lincah. Tapi kalo di perjalanan sebegitu lamanya, aku rasa dia juga akan kecapaian dan tidak menutup kemungkinan dia jadi rewel. Ah semoga saja tidak.

Sekarang aja Pasya flu, dari hidungnya keluar terus cairan. Membuat aku sedih...Dia jadi rewel, mungkin karena badannya juga lagi ga fit. Secepatnya aku minumkan obat, aku takut kalo berkelanjutan, kan 1 minggu lagi sudah saatnya mudik.

Minggu, 24 Agustus 2008

Mo di siksa kok senenk???!!!

Minggu yang lalu, kita sekeluarga tamasya ke dufan (dunia Fantasi, Ancol). Ga banyak yang bisa kami lakukan di sana, maklum aja, Pasya masih sangat kecil untuk bisa menikmati kehebohan di sana, sedangkan kami, orang tuanya, sibuk juga "menenangkan" Pasya yang kadang - kadang panik karena Dufan yang begitu ramai.
Di sana, kami hanya menikmati wahana istana boneka, karena hanya itu wahanya yang tidak antri dan bisa kami naiki bersama. Didalamnya, Pasya juga belum bisa duduk manis untuk menikmati suasana, karena di dalam keadaan begitu gelap, dan musik yang ada keras banget, alhasil Pasya aga rewel.
Setelah berhasil menuntaskan permainan di wahana Istana Boneka, Ayahnya Pasya merasa tertantang untuk mencoba wahana Tornado. Wahana yang paling banyak "nongol" di iklan Dufan. Dengan senyum keberaniannya Ayahnya "mejeng" nunggu antrian di tornado, maklumlah walaupun termasuk salah satu wahana yang menakutkan, tapi tetep aja banyak peminatnya. Dan akhirnya gilirannya pun tiba. Dengan penuh antusias dia memilih tempat duduk di tengah, mungkin biar lebih jelas keliatan dari bawah, karena kami menonton di bawah.
Hu.......Ha...Hi........
Suasana gaduh begitu penjaga mulai memainkan tornado. Teriakan penuh keteganganpun dimulai. Seru banget rasanya melihat kehebohan itu dari bawah. Sambil aku membayangkan, bagaimana ya rasanya duduk di kursi "siksaan" itu.hehehehe..
Setelah selesai permainan itu, Ayahnya Pasya pun turun menemui kami. Wajahnya tak berubah sama sekali, tetap sumringah. Lalu dia bilang "huh...heboh de, seneng plus puyeng karena kepalanya di kebawahin terus"
Kami lalu meneruskan perjalanan, mengitari Dufan, melihat kehebohan pengunjung lainnya.Kami lalu berfikir, kok aneh ya, mo di "siksa" tapi antusias banget, sampai rela antri kepanasan segala lagi....Wah - wah emang salut deh buat pengunjung Dufan.







Kamis, 24 Juli 2008

Apa Kebahagiaan Terbesarmu???

Aku pernah bertanya pada Ayahnya Pasya, Apa kebahagiaan terbesar dalam hidupnya....Ternyata tak perlu waktu lama untuk dia menjawabnya. "Istri dan Anak Ayah adalah kebahagiaan terbesar buat Ayah, karena dengan adanya mereka Ayah semakin dekat dengan Allah."
Aku terkesima dengan jawaban itu, jawaban yang singkat, jelas dan tanpa rekayasa. Banyak dari teman2 yang aku tanyakan hal yang sama, tapi jauh dari jawaban itu. Meraka lebih suka mengukur kebahagiaan dari hal yang "kasat mata" saja. Tapi jawaban suamiku membuat aku kembali berfikir, sebenarnya apa sih yang membuat aku bahagia???
Sudah 4hari ini Ayah Pasya keluar kota, ke Kalimantan. Kali ini aku merasa ini adalah perjalanannya yang paling membuat aku begitu khawatir dan terbelenggu kerinduan, bagaimana tidak, selama disana hanya beberapa kali saja kita bisa saling berkomunikasi, karena terbatasnya signal, padahal aku sangat mengkhawatirkannya.
Rasanya do'a tak putus2 aku panjatkan untuk keselamatannya. Aku tak meminta banyak dalam do'a ku, aku hanya meminta keselamatan untuk suami dan anakku.
Dan pagi ini, aku mendapat kejutan manis dari Pasya cantikku. Di usianya yang hampir 10Bln (3hari lagi), dia memberikan aku kejutan manis dengan bertepuk tangan sambil bersenandung. Rupanya lagu "Pok Ami2" yang sering aku, Ayahnya dan Eyangnya lantunkan termemori di pikirannya, dan hari ini dia bisa bersenandung lengkap dengan gerakannya.
Ah...
Ternyata benar. Berapa banyakpun harta yang kita punya tak akan lengkap tanpa pasangan hidup yang setia dan anak yang sehat dan normal. Suamiku memang benar. Dengan adanya pasangan hidup dan anak, kita jadi semakin dekat dengan Allah. Kita jadi semakin pasrah, legowo, dan sabar.
Terima kasih ya Allah, karena segala kebaikanmu. Walaupun aku telah berbuat banyak kesalahan, namun kasihmu masih berlimpah kepadaku. Jaga selalu Suami dan anak2ku ya Allah, jadikan mereka Suami dan Anak2ku tak hanya di dunia, tapi juga di akhirat kelak. amin