Selasa, 21 September 2010

Mudik Lebaran....

Tahun ini mudik lebaran yang ke 4 setelah aku nikah. Mudik dengan perut besar yang bulan ni masuk bulan ke 6. Ga usah di tanya deh gimana rasanya badan ni. Capek udah pasti... Pinggang rasanya mau copot, capek ga terkira.
Ya, maunya seh kalo bisa ga mudik... Tapi apa daya, dari pada ntar di amuk massa ya kan, lebih baik cari selamet deh. Walaupun badan harus rela capek luar binasa. Ga ada yang istimewa dengan mudik tahun ini, selain hadir nya si calon ade Pasya dan tentu nya kebersamaan dengan Pasya yang tahun ini 3tahun. Selebihnya semua biasa aja, makan bareng, shalat Ied bareng dan sungkeman. Nothing special...
Tapi ya nama nya juga Lebaran, semua keluarga "kudu" berkumpul bareng-bareng. Kalo absent tanpa alasan yang masuk akal, pasti bakal di rapatkan keluarga, malah bisa-bisa di "coret" dari daftar keluarga, hehehehe....
Mudik Lebaran...
Ntah kenapa jadi moment yang istimewa, padahal jarak tempuh begitu jauh. Ongkos juga ga sedikit yang di keluarkan, belum macet dan berebut tempat di kereta atau bis. Tapi ya semua orang menikmati nya seolah ga pernah bosen menanti Lebaran-lebaran berikutnya.

Rabu, 04 Agustus 2010

Nama nya juga anak-anak...

Selama kurang lebih 2 minggu nemenin Pasya sekolah, membuat aku makin "belajar" tentang Pasya secara lebih mendalam. Di rumah mungkin Pasya termasuk anak yang ceria, lincah dan sangat bawel. Tapi di sekolah kadang dia menjelma menjadi anak yang gampang sekali menangis saat teman nya menyenggol. Belum lagi dengan panggilan manja nya saat dia di kelas " Bunda...masuk kelas temenin Pasya".
Beberapa hari ini, Pasya selalu saja di nakalin sama temennya, Gavino. Ngeliat anak laki-laki bertubuh gempal ini menggoda Pasya memang gemes juga, kadang pengen cubit juga. Tapi walaupun aku telah mengingatkan Pasya untuk jauh-jauh dari Gavino, namanya juga anak-anak tetep aja main bareng lagi. Ah... dasar.
Pasyaku memang sudah besar, lagu anak-anak sudah di hapalnya di luar kepala. Kata-katanya pun "terangkai" baik dengan balutan kata-kata " Astagfirullah Bunda....", atau " Ya Allah, Ya Rabbi...". Bangga tentunya, ga sia-sia semua hal yang kami ajarkan padanya. Belum lagi melihatnya lincah menari mengikuti gerakan yang di ajarkan oleh Bu Gurunya di kelas. Lucu banget.....
Pasya...semoga kamu menjadi anak yang membanggakan ya nak, amin.

Senin, 05 Juli 2010

Minggu ke 12...

Tanggal 3 Juli 2010 kemaren, genep 12 minggu usia kandunganku. Lucu banget, pas di USG jelas banget gitu keliatan kaki, kepalanya dan tangannya udah mulai "tumbuh". Pas dokter gerak-gerakkin alat USG-nya, si dede spontan gerak juga. hehehehhe.... anakku, lucu banget kamu
Mualku juga udah mulai berkurang, walaupun kadang masih terasa. Mulai terasa juga pegal-pegal di sekitar kaki dan pinggang, terutama sehabis jalan-jalan. Seneng banget, ga terkira Allah Maha baik sama Aku dan Mas. Allah kembali mempercayakan kami anugrah terindah yang nantinya akan menjadi "cerminan" untuk langkah kami.
Anak yang kemudian hari akan membuat kami "sadar" akan berartinya hidup dan kehidupan ini. Anak yang nantinya akan mengajarkan kami untuk selalu bersyukur dan sabar menghadapi segala "tantangan" yang ada, karena kami harus kuat untuk mereka. Anak yang akan mempererat hubungan kami, menjadikan kami pasangan yang saling membutuhkan, saling bergantung untuk bisa membesarkan dan mendidik mereka. Anak yang Allah titipkan pada kami, semoga menjadikan kami orang tua yang tidak sombong akan apapun, terutama akan hidup ini, karena kami hanya lah pasangan suami-istri jika tanpa mereka, anak-anak.