Buat saya dan pasangan, pendidikan anak2 kami di atas segala nya. Itu prioritas utama dalam agenda rumah tangga kami. Sebisa mungkin kami memberikan yang terbaik untuk mereka. Sekolah terbaik, pendidikan di luar sekolah pun berusaha mencarikan yang terbaik.
Bukan soal tempat pendidikan saja, tapi penerapan disiplin juga kami usahakan yang terbaik. Walau anak2 masih TK bukan berarti anak2 bebas tidak masuk sekolah tanpa alasan yang jelas. Bukan karna saya tidak sayang anak, tapi saya berusaha mengajarkan disiplin ke anak2. Bagaimana mereka bisa disiplin soal sekolah kalo sedari dini saya memudahkan mereka bolos seenak nya.
Beberapa teman saya, kadang memberikan kemudahan pada anak2 mereka soal sekolah. Anak2 boleh tidak masuk setelah perjalanan jauh, padahal mereka sehat, dan kembali dari perjalanan pun tidak berdekatan waktu nya dengan waktu sekolah. Tapi dengan alasan capek, takut sakit dll mereka mengistirahatkan anak2 di rumah.
Saya bersyukur sekarang Pasya sudah mulai bertanggung jawab dengan sekolah nya. Dia selalu semangat ke sekolah, mengikuti semua kegiatan dengan baik, begitu juga dengan les2 nya. Harapan saya hal ini bisa saya terapkan pada adik nya nanti.
Rabu, 13 November 2013
Penting
Rabu, 06 November 2013
Waktu...
Menikmati waktu bersama anak2 sangat menyenangkan. Bayangkan rutinitas saya sehari2 ya.
Bangun tidur, setelah shalat subuh saya sibuk menyiapkan bekal makan pagi sekaligus makan siang untuk si sulung sekolah. Tak lupa saya sisipkan untuk si ayah tersayang :p
Lalu, setelah saya selesai dengan urusan dapur, giliran menyiapkan anak2 untuk sekolah. Ribet... pasti 2 anak balita dengan keinginan nya, belum lagi saya juga harus menyiapkan diri saya. Bagi saya, sebisa mungkin saya ingin rapi saat keluar rumah, bukan hanya karna ingin mendapat pujian positif (pada dasar nya wanita pasti ingin di puji kan...) tapi lebih kepada kebutuhan saya untuk bisa selalu menempatkan diri di mana saya berada. Ga berlebihan, sesuai kebutuhan saja. Tapi sebisa mungkin saya menghindari jilbab langsung pakai karna kecenderungan tidak rapi, soal baju pun simple karna pada dasar nya saya tidak suka ribet, kadang saya fleksibel dengan baju yang memang casual.
Beres dengan tugas antar sekolah saya santai di rumah, meladeni si bungsu sambil bebenah urusan rumah karna sudah 1th ini saya urus semua sendiri tanpa asisten.
Sambil santai, saya nikmati secangkir teh tarik, atau kadang kopi anget. Santai kan... kata siapa punya anak balita tanpa asisten selalu sibuk, ga koq tergantung kita membagi waktu. Sampai datang waktu menjemput si sulung, saya bisa menikmati kegiatan saya memanjakan diri.
Saat menjemput si sulung pun kadang kami habiskan waktu malas2an di resto fast food terdekat.
Buat saya, memang lelah mengerjakan semua sendiri tanpa asisten, dengan 2 balita. Tapi bukan berarti saya harus kehilangan diri saya sebagai wanita. Walau ga terbiasa dandan tapi untuk sekedar bermanja ke salon jangan sampai ngga. Buat diri senyaman mungkin, agar saat kita menghadapi anak2 maupun suami kita berada di titik terbaik.
Senin, 04 November 2013
Berhitung
Yuk kita berhitung berapa lama waktu yang kita habiskan setiap hari bersama anak2. *ambil kalkulator*
Sebagai full mom tentu saya menghabiskan seluruh waktu saya bersama anak2. Itu sudah seperti komitmen bagi saya. Tapi saya tidak mungkin bisa sendirian. Mengurus rumah serta anak2 sekaligus selama 24 jam tentu saya tidak mampu.
Bukan saya manja, ingin selalu di bantu. Tapi saya butuh bantuan bukan dari seorang asisten rumah tangga, tapi bantuan dari partner saya sebagai bentuk kerja sama mengurus anak2.
Kita sebagai perempuan, tentu sangat bahagia saat pasangan dengan suka rela membantu mengurus anak2. Karna saya selalu ingin anak2 punya kenangan baik dan manis tentang orang tua mereka. Orang tua yang selalu ada untuk mereka, bermain bersama mereka. Tapi... apakah gambaran itu bisa jika waktu yang dihabiskan untuk mereka saja tidak lebih dari 1 jam. Lalu mengapa saat kita bersama dengan teman, klien, boss atau gadget seolah tiada lelah tubuh kita.
Saya selalu bertanya2 kenapa ada beberapa orang tua yang seolah sibuk dengan urusan mereka sendiri. Orang tua yang saat masuk ke rumah seolah tak membawa kerinduan untuk seisi rumah sehingga bisa dengan santai pulang, lalu tidur atau sibuk dengan urusan mereka sendiri.
Saya memang belum menjadi orang tua yang sempurna. Saya masih berusaha untuk itu. Tapi satu hal yang selalu saya jaga, saya selalu menyediakan waktu untuk anak2, walau badan saya lelah bebenah rumah seharian, mengantar jemput anak sekolah atau les, bahkan saat saya sedang tak ada asisten rumah tangga seperti sekarang.
Biarlah anak2 saya mengukir sendiri kenangan tentang orang tua mereka. Karna gambaran yang anak2 dapat hari ini akan lekat sampai mereka dewasa.