Jumat, 18 Februari 2011

Syafiq Azzam El-Jundi

Alhamdulillah..
Hari yang di nanti tiba jua, 11 Januari 2011 hari yang "telah disepakati" antara aku dan dr. Rossa untuk kelahiran anak kedua kami. Tepat pukul 6 pagi, aku dan mas tiba di RS. Sari Asih Karawaci Tangerang, kami langsung menuju ruang bersalin. Tapi tak lantas langsung bisa melahirkan saat itu, aku yang sudah melewati fase pembicaraan dengan dr. Rossa bahwa kelahiran anak kami akan melalui operasi caesar, harus menjalani serangkaian test.
Tepat jam 16.00 aku di bawa masuk ke kamar operasi, kamar yang sama yang aku gunakan saat dulu melahirkan Pasya. Hanya butuh waktu 25 menit sampai akhirnya lahirlah anak kami yang kedua, laki-laki yang kami beri nama Syafiq Azzam El-Jundi. Lahir tampan, lengkap dengan segala kelucuan nya. Terima kasih ya Allah, segala nikmat yang kau beri kepada kami, semoga anak kami menjadi anak yang berbakti, shaleh dan menyenangkan bagi siapapun yang melihatnya. amin....
Selamat datang nak, selamat melihat dunia....
Semoga keberkahan selalu menjadi milikmu...

Kamis, 06 Januari 2011

Sebentar Lagi

Kehamilan kedua ini terasa lebih cepat "berlalu" di bandingkan dengan kehamilanku yang pertama dulu. Dulu saat hamil Pasya setiap detik aku lewatkan hanya dengan aktifitasku sebagai Istri dan pribadi. Sedangkan sekarang, aku lebih sering membagi waktuku dengan Pasya.
Pasya yang sudah menginjak usia 3tahun, memerlukan banyak perhatian. Dari mulai bangun tidur sampai menutup mata, semua nya aku dedikasikan untuk mengurus Pasya. Memang sih, beberapa saat dalam kebersamaan dengan nya, aku selipkan kesempatan untuk bisa "bercengkrama" dengan duniaku. Ya, untuk browsing, say hello dengan teman lama atau sekedar update blog (seperti sekarang ini..).
Pasya memang jauh lebih mandiri, walau kadang sebagai anak usia 3tahun masih banyak hal-hal yang perlu di bantu. Dia juga sudah paham betul kalo sebentar lagi akan ada anggota keluarga baru yang bergabung bersamanya, untuk "berebut" perhatian kami sebagai orang tua nya.
Tanpa terasa 9bulan berlalu begitu cepat, seolah tak ada kesempatan untuk mengeluh karena kaki yang bengkak, pinggul pegel atau perut yang sudah mulai mengencang sana sini. Semua terlewati dengan indah bersama Pasya. Setia dia menemani aku USG, melihat gambar ade nya yang lincah lewat layar komputer. Kami juga menghabiskan waktu bersama di sekolah, berangkat dan pulang dengan motor, bernyanyi riang sepanjang jalan. Belum lagi di rumah, seharian bersama nya merasakan eneg nya mual yang mendera selama 5bulan awal kehamilan ini. Tapi dia mengerti, sangat mengerti kalo aku tak bisa lagi seleluasa dulu untuk menemaninya bermain.
Kakak Pasya...
Sebentar lagi dia akan di panggil dengan panggilan itu. Sedari kehamilanku masih 1bulan, aku sudah membiasakan dia "menyandang" sebutan itu, dan dia suka. Insyaallah tanggal 11 Januari 2011 besok ade nya akan lahir, lewat sebuah operasi caesar seperti si Kakak dulu.
Sebentar lagi akan kami jelang kelahiran dede, yang akan menambah semarak rumah kami...Menambah kebahagiaan rumah tangga kami, Membuat lengkapnya kebersamaan kami sebagai sebuah keluarga.
Bismillah...
Jaga selalu adik kecil kami ya Allah, beri dia kesehatan, keselamatan.
Jadikanlah adik kecil kami anak yang normal, sehat, lengkap tanpa kurang suatu apapun. Amin....

Senin, 20 Desember 2010

Mengapa Harus Takut Menikah??!!??

Rasa itu hadir sesaat setelah kau ucapkan sumpah setiamu di hadapanNya. Memintaku mendampingimu sampai kematian memisahkan kita. Penuh kemantapan kau ucapkan ikrar itu, membuatku semakin yakin bahwa kau adalah pasangan terbaik yang Allah kirimkan hanya untukku. Ini adalah rasa yang sesungguhnya. Rasa cinta tak terbatas, bukan penuh keegoan yang meluap-luap.
Lembut kecupanmu mendarat di keningku, dengan khusuk kau bacakan do'a untukku sebagai Istrimu. Meminta Allah menjaga selalu cinta kita, abadi sampai para bidadari iri. Ku cium tanganmu sebagai simbol hormatku padamu, ku tundukkan kepala seolah syarat aku akan selalu tunduk padamu. Dan di hari itulah aku tak lagi menyandang status gadis.....
Malam itu, penuh debar kita bersama. Berdua di kamar yang kini menjadi saksi awal tumbuhnya kasih sayang di antara kita. Kau bimbing aku shalat 2 rakaat, sebagai pembuka perjalanan rumah tangga kita. Berdiri gagah kau membimbingku sebagai imam, menuntunku mengarungi do'a demi do'a yang nantinya akan menjadi penolong kita. Malam itu aku rasakan, inilah cinta yang sesungguhnya, bukan cinta yang berbalut nafsu semata.
Saat ini pun aku masih saja merasakan hal yang sama. Tak sedikitpun berubah. Kau masih saja mengecup keningku lembut sehabis kita shalat bersama. Aku pun selalu tunduk mencium tanganmu, meletakkan semua keegoanku jauh di sudut hati. Kau masih seperti dulu, memberikan cinta terbaikmu tak terbagi oleh waktu. Inilah cinta yang sesungguhnya, cinta yang tak terselubung nafsu. Walau fisikku tak lagi seperti dulu, tapi matamu masih menatapku penuh kasih sayang tak berkurang sedikitpun. Inilah cinta yang sesungguhnya, yang Allah anugrahkan pada kita...Aku m encintaimu, suamiku.