06 November 2009

Akhirnya Datang Juga...

Minggu besok, akhirnya Mantan Boss aku menghiba untuk di atur pertemuan. Hem, mau juga dia nginjekkin kaki di rumah aku yang katanya cuma orang kecil. hihihi...Memang uang bisa mengalahkan segalanya, ya. Dalam hal ini, aku ga antusias menyelesaikan masalah yang ada, karena dalam benak aku, aku sama sekali ga ada masalah. Aku antusias melihat proses penyelesaiannya besok. Apakah aku harus mengeluarkan uang yang di minta mereka, atau justru mereka minta maaf sama aku karena telah salah menilai?? Hem....
Aku sempat di hinggapi rasa bersalah sama Mas karena harus keluar uang dengan percuma, harus diniatin apa coba?? Sedekah?? Ga mungkin, mereka bukan kaum dhuafa. Lalu apa, ilang gitu aja?? Hem, sayang juga ya kalo dalam kondisi sadar gini kita harus rela keilangan uang segitu banyak. Tapi Mas ikhlas, biar Allah yang mengganti keilangan kita, biar Allah juga yang menutup sakit hati kita, dan biar Allah juga yang memberikan pelajaran setimpal kepada mereka. Amin....


01 November 2009

Wisata Hati...

Perjalanan hati memang penting untuk selalu mendapat perhatian khusus. Bagaimana tidak, hati adalah segumpal daging dalam tubuh kita, yang jika daging itu busuk, maka busuk juga lah kelakuan kita, dan jika daging itu baik, maka baik juga lah kita.
Wisata hati yang saya dan suami terapkan tidaklah mahal dan sulit. Kami mencoba membuka hati masing - masing untuk selalu menerima keluh kesah pasangan. Kami juga menyempatkan membuka keluangan waktu kami untuk sekedar bersama di akhir minggu, atau di tengah kepadatan jadwal kami sebagai pekerja.
Jum'at lalu, kami sepakat "berwisata hati" dengan menonton film di Bioskop, ga kalah dengan anak muda yang ada, kami pun membeli popcorn dan capucino untuk teman kami menonton film. Kami pilih film action "D 13 Ultimatum". Film baru yang lumayan menyita perhatian publik.
Kami menikmati tiap detik perjalanan wisata itu, kami seolah larut dalam nostalgia dan melupakan sejenak status kami sebagai suami-istri dan orang tua. Kami larut dalam cerita film yang memukau. Kami benar - benar menikmati wisata hati yang kami rancang untuk merefresh hubungan kami....

27 Oktober 2009

Ade Untuk Pasya....

Hem... Ga terasa waktu berlalu begitu cepatnya, 2 tahun sudah usia Pasya, 3 tahun sudah usia pernikahan aku dengan Ayahnya. Semua berlalu seperti tanpa gelombang, semua berjalan mulus, tanpa kerikil yang berarti. Aku tau rumah tangga ini masihlah rentan, tapi aku dan Mas berusaha membangun pondasi kuat di bawahnya. Kami ingin menciptakan "tanah subur" untuk Pasya dan adik-adiknya kelak tumbuh. Mereka tidak boleh tumbuh dalam lingkungan yang salah, lingkungan yang "kotor" dan lingkungan yang nantinya akan membuat mereka menjadi individu yang "cacat".
Adik Pasya yang belum juga hadir di tengah - tengah keluarga kecil kami, sama sekali ga merubah kebahagiaan kami. Kami tetap bahagia, tetap semangat menjalani hari dan tetap ceria menyambut masa depan yang lebih baik lagi. Mungkin Allah masih ingin memberi waktu Pasya untuk bisa lebih lama bermanja - manja dengan kami. Y maklumlah sebagai orang tua pekerja, kami sulit meluangkan waktu untuk Pasya. Jadi tak heran lah kalo kadang Pasya jadi sangat manja dengan kami. Bangun tidur nangis minta gendong, mau tidur minta di ciumin, belum lagi lengketnya yang ga ketulungan, maunya nempel aja.
Pasyaku... Ternyata di balik sikap mandirinya, masih terselip sikap manjanya yang kadang overdosis, tapi aku suka.

23 Oktober 2009

Apa seh maumu??!!

Berkali - kali aku berhadapan dengan orang ini, rasanya gemes banget. Gimana ga, segala kesabaran telah aku kerahkan untuk menghadapinya, tapi tetep aja orang itu nyebelin. Minta aku tanggung jawab atas apa yang ga aku lakukan, udah aku sanggupi, eh malah makin semena -mena aja. Aku memang hanya orang biasa, tapi aku juga masih punya harga diri. Aku ga mau di menginjak - injak aku seperti sampah. Dulu boleh, saat aku masih jadi bawahannya, masih "makan" dari uang dia, tapi sekarang.... Ga akan!!!
Aku ga habis pikir, apa seh maunya dia???
Datang ke rumah aku berkali - kali, hanya untuk "mengintimidasi" keluarga aku, memfitnah aku di depan teman sekantor aku, bahkan di depan suami aku sendiri. Ga malu apa dia??!! Keluarga aku lebih tau siapa aku, gitu juga dengan teman - temanku, apalagi suamiku.
Hem...
Kesabaranku memang sedang di uji, aku ga boleh terpancing sama dia. Aku ga boleh jadi orang yang justru ikutan gila kaya dia. Ga akan!!!

2009 UniqueBanget. All rights reserved. Modified by Moo