Sabtu, 11 Juli 2015

Lebaran

Alhamdulillah beberapa hari lagi lebaran akan menjelang.

Lebaran salah satu moment istimewa dalam perjalanan hidup saya. Lebaran memberikan kesan tersendiri tiap tahun nya.

Apalagi setelah menikah dan punya anak. Moment lebaran selalu jadi liburan keluarga yang menyenangkan.

Lebaran ini bahkan sudah terbayang keseruan nya. Anak bungsu yang sudah semakin pintar, banyak bicara dan terus bertanya tentang hal baru tentu akan membuat liburan semakin seru.

Belum lagi wisata kuliner sepanjang perjalanan yang akan kami lalui. Semakin menambah keseruan.

Mampir ketempat wisata juga salah satu agenda yang tak pernah terlewatkan. Makan di lesehan jogja, belanja murah di malioboro...  mampir ke keraton solo, lihat candi borobudur.  Ahh... seru.

Lebaran juga moment "second honey moon" saya dengan suami yang selalu berulang tiap tahun. Menikmati perjalanan mudik bersama, bercengkrama di sela2 anak2 tidur dalam perjalanan, rileks sejenak tanpa memikirkan urusan rumah tangga. Hampir semua waktu di habiskan untuk bercengkrama bersama dengan suami dan anak2. Indah...

Tahun ini insyaallah akan kita jelang lebaran dalam hitungan hari. Semoga perjalanan mudik kita di mudahkan Allah, di jaga dalam perjalanan sampai kembali selamat ke rumah, bisa berkumpul dengan kerabat dan sodara jauh, serta pulang ke rumah membawa sejuta cerita indah. Aamiin.

Selasa, 30 Juni 2015

Lakukan Hal Ini Agar Anak Terhindar Perilaku Homoseksual


Lakukan Hal Ini Agar Anak Terhindar Perilaku Homoseksual

Isu LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan transgender) makin mewabah, jika kita tak berhati-hati maka putra-putri kita juga dapat terkena imbas dari perilaku menyimpang homoseksual ini.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menghindarkan anak dari perilaku homoseksual:

1.Perkuat identitasnya sebagai anak laki-laki atau perempuan!

“Dari Ibnu Abbas ra berkata: “Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang berlagak wanita, dan wanita yang berlagak meniru laki-laki. Dalam riwayat yang lain: “Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang meniru wanita dan wanita yang meniru laki-laki“. (HR. Bukhari)

Berilah mainan dan pakaian yang sesuai dengan identitas laki-laki atau perempuannya.

2.Hormati aurat anak dengan tidak memperlihatkannya di depan umum!

Meskipun masih kecil, ajari anak untuk menghormati auratnya terutama alat kelaminnya, dengan tidak membuka bajunya di depan umum atau depan orang lain.

Masih bayi sekalipun, orangtua bisa meminta izin terlebih dahulu sebelum membuka popok anak dan membersihkan daerah kemaluannya, ajak anak bicara, misalnya, "Mohon maaf ya sayang, Bunda harus buka popoknya untuk membersihkan daerah rahasia kamu, Bunda minta izin yaa, daerah ini tidak boleh ada yang lihat dan pegang-pegang tanpa sepengetahuan Bunda ya!"

Anak harus diberi pengertian bahwa daerah sekitar kemaluan merupakan daerah rahasia yang tidak boleh dipertunjukkannya pada orang sembarangan, bahkan orang yang dikenal sekalipun tidak boleh meraba-raba atau menyentuh dan melihatnya.

”Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki, jangan pula perempuan melihat aurat perempuan. Janganlah seorang laki-laki tidur dengan laki-laki dalam satu selimut, begitu juga janganlah perempuan tidur dengan perempuan dalam satu selimut” (HR. Muslim).

Dampaknya, anak akan mengerti rasa malu dan paham bahwa aurat harus dijaga dengan baik.

3.Pisahkan tempat tidur anak di usia 10 tahun

"Perintahkan anak-anak kalian shalat pada usia 7 tahun, pukullah mereka jika meninggalkannya pada usia 10 tahun dan pisahkan di antara mereka tempat tidurnya." (HR. Ahmad dan Abu Dawud, dihasankan oleh An Nawawi dalam Riyadhus Shalihin dan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud)

4.Ceritakan kisah kaum Nabi Luth pada anak

Jangan menganggap tabu obrolan seputar homoseks, salah satunya bisa dengan menceritakan kisah nabi Luth yang kaumnya merupakan pelaku homoseksual dan mendapat adzab Allah.

Biarkan anak mengetahui bahwa perilaku menyimpang seperti pernikahan sesama jenis, menyukai sesama jenis adalah perbuatan yang akan mendapat adzab Allah di dunia dan akhirat.

Demikianlah beberapa tips mudah yang bisa kita praktekkan untuk putra-putri di rumah, semoga Allah menghindari keluarga kita dari perbuatan menyimpang yang dilakukan oleh kaum Nabi Luth.

SUMBER...  MAJALAH UMMI

Minggu, 26 April 2015

Hati dan pikiran

Kadang sulit sekali menyelaraskan antara hati dengan pikiran.

Pikiran mengajarkan saya melihat dengan logis, membuka semua realita yang ada.

Sedangkan hati mengajarkan saya lebih sensitif memandang masalah.

Duduk termangu di pojokkan menangisi seseorang yang tidak lagi menganggap saya penting sungguh membuat hati dan pikiran saya tidak lagi bisa berteman.
Kedua nya berontak,.tidak hanya bisa memahami tapi langsung ingin menyudahi.

Terdiam dalam gulatan pikiran...

Menangis dalam rengkuhan hati, membuat saya semakin terjatuh... dalam...

Lelah...

Saya ingin pulang...

2009 UniqueBanget. All rights reserved. Modified by Moo