Rabu, 26 Juni 2013

Simple

Beberapa hari belakangan ini saya belajar banyak hal dari keseharian anak – anak. Kak Pasya yang sedang libur kenaikan kelas, sudah selama 1 minggu ini menambah keramaian hari – hari saya dan adik nya El. Dari mulai bangun tidur, saya sudah belajar dari mereka, bagaimana meraka menentukan sarapan, mau makan apa, makan di mana sampai kegiatan 1 hari itu di lalui, saya terus belajar.

Apa yang saya pelajari …

Tentu membuat saya takjub. Kak Pasya bangun tidur lebih siang dari kebiasaan nya bangun pagi saat sekolah, saya tidak marah, toh selama sekolah Pasya tidak pernah mengalami keterlambatan dan sulit bangun yang berarti, dan ini libur yang arti nya dia mempunyai kebebasan mengatur waktu nya, tidak terikat oleh kegiatan sekolah nya. Dari Kak Pasya saya belajar, bahwa hidup harus di nikmati sebisa kita dan selama kenikmatan itu tidak merugikan orang lain. Bangun siang, tentu nikmat, dan tidak merugikan siapapun karna ini saat nya dia libur kan. Saat anak – anak makan, hal lain yang membuat saya berdecak kagum. Mereka spontan memilih makanan yang ingin mereka nikmati pagi itu. Sederhana saja, bubur ayam atau ketoprak, makanan ringan yang mangkal nya dekat rumah. Tidak membuat Bunda nya repot atau kesulitan mencari tempat. Simple kan, tapi mereka tetap menikmati nya. Semua kegiatan libur mengalir begitu saja. Kalo pun ada hal menarik adalah karna saya pencetus nya.

Seperti sore ini, saya mengajak mereka menikmati waktu liburan ini dengan nonton pertunjukkan dino dengan Eyang mereka. Simple, tapi tetap nikmat karna kebersamaan yang tercipta. Teriakan Kak Pasya saat si dino berhamburan turun panggung sinkron dengan lelap ny dede El di pangkuan saya. Apa yang saya pelajari sore ini?? Bahagia bersama orang yang kita sayangi itu mudah semua kembali pada hati dan jiwa kita, seberapa keras kita mau “memaksa” jiwa dan hati kita untuk bisa bahagia.

Karena hidup adalah kerja keras dan tanggung jawab, untuk mencapai kebahagiaan.

Jumat, 14 Juni 2013

Galau

Rasa nya koq galau ya, bentar lagi Pasya si sulungku mau masuk SD.

Berbagai perasaan menyelimuti kalbu. Berusaha ku halau semua keinginan untuk memikirkan itu, tapi masih belum bisa.

Aku bangga, si sulung ku sudah besar, sudah siap masuk SD. Bahkan rasa nya dari mulai pendaftaran sekolah sampai sekarang Pasya tidak pernah bertanya soal SD nya, dia siap dan mau menerima SD yang kami pilihkan untuk nya.

Alhamdulillah, untuk masuk SD dia sudah lebih dari siap. Membaca dan menulis nya sudah sangat baik, begitu juga baca Al’Quran nya, sudah melebihi level teman teman sebaya nya.

Tinggal aku yang menghilangkan kegalauan ini, dan yakin bahwa Pasya akan baik baik saja di SD nanti.

DSC01277

*Pasya usia 3tahun*

2009 UniqueBanget. All rights reserved. Modified by Moo