
Rabu, 24 September 2008
Radang tenggorokan...

Minggu, 21 September 2008
Mudik...
Tahun ini adalah mudik pertama Pasya. Tepat banget dengan usianya yang tahun ini menginjak 1 tahun. Antusias pastinya, di tambah lagi dengan "khayalan" maniez di kampung nanti. Pasya memang cucu pertama dari keluarga suami, jadi bisa di pastikan akan mendapat sambutan yang luar biasa di Lebaran nanti. Belum lagi Ulang tahunnya nanti akan di rayakan di sana. Udah kebayang kehebohan yang akan terjadi.
Persiapanku sebagai Bundanya tak hanya "repot" mempersiapkan bekal pakaian, susu dan makannya saja. Tapi aku juga mempersiapkan stamina Pasya yang nantinya pasti akan terkuras di perjalanan. Bayangkan saja, dari T
angerang ke Purwokerto jaraknya 20 jam. Wah...aku cukup khawatir dengan kesehatannya.
Memang, Pasya termasuk anak yang lincah. Tapi kalo di perjalanan sebegitu lamanya, aku rasa dia juga akan kecapaian dan tidak menutup kemungkinan dia jadi rewel. Ah semoga saja tidak.
Sekarang aja Pasya flu, dari hidungnya keluar terus cairan. Membuat aku sedih...Dia jadi rewel, mungkin karena badannya juga lagi ga fit. Secepatnya aku minumkan obat, aku takut kalo berkelanjutan, kan 1 minggu lagi sudah saatnya mudik.
Minggu, 24 Agustus 2008
Mo di siksa kok senenk???!!!
alhasil Pasya aga rewel.Setelah berhasil menuntaskan permainan di wahana Istana Boneka, Ayahnya Pasya merasa tertantang untuk mencoba wahana Tornado. Wahana yang paling banyak "nongol" di iklan Dufan. Dengan senyum keberaniannya Ayahnya "mejeng" nunggu antrian di tornado, maklumlah walaupun termasuk salah satu wahana yang menakutkan, tapi tetep aja banyak peminatnya. Dan akhirnya gilirannya pun tiba. Dengan penuh antusias dia memilih tempat duduk di tengah, mungkin biar lebih jelas keliatan dari bawah, karena kami menonton di bawah.
Hu.......Ha...Hi........
Suasana gaduh begitu penjaga mulai memainkan tornado. Teriakan penuh keteganganpun dimulai. Seru banget rasanya melihat kehebohan itu dari bawah. Sambil aku membayangkan, bagaimana ya rasanya duduk di kursi "siksaan" itu.hehehehe..
Setelah selesai permainan itu, Ayahnya Pasya pun turun menemui kami. Wajahnya tak berubah sama sekali, tetap sumringah. Lalu dia bilang "huh...heboh de, seneng plus puyeng karena kepalanya di kebawahin terus"

Kami lalu meneruskan perjalanan, mengitari Dufan, melihat kehebohan pengunjung lainnya.Kami lalu berfikir, kok aneh ya, mo di "siksa" tapi antusias banget, sampai rela antri kepanasan segala lagi....Wah - wah emang salut deh buat pengunjung Dufan.