Kamis, 24 Juli 2008

Apa Kebahagiaan Terbesarmu???

Aku pernah bertanya pada Ayahnya Pasya, Apa kebahagiaan terbesar dalam hidupnya....Ternyata tak perlu waktu lama untuk dia menjawabnya. "Istri dan Anak Ayah adalah kebahagiaan terbesar buat Ayah, karena dengan adanya mereka Ayah semakin dekat dengan Allah."
Aku terkesima dengan jawaban itu, jawaban yang singkat, jelas dan tanpa rekayasa. Banyak dari teman2 yang aku tanyakan hal yang sama, tapi jauh dari jawaban itu. Meraka lebih suka mengukur kebahagiaan dari hal yang "kasat mata" saja. Tapi jawaban suamiku membuat aku kembali berfikir, sebenarnya apa sih yang membuat aku bahagia???
Sudah 4hari ini Ayah Pasya keluar kota, ke Kalimantan. Kali ini aku merasa ini adalah perjalanannya yang paling membuat aku begitu khawatir dan terbelenggu kerinduan, bagaimana tidak, selama disana hanya beberapa kali saja kita bisa saling berkomunikasi, karena terbatasnya signal, padahal aku sangat mengkhawatirkannya.
Rasanya do'a tak putus2 aku panjatkan untuk keselamatannya. Aku tak meminta banyak dalam do'a ku, aku hanya meminta keselamatan untuk suami dan anakku.
Dan pagi ini, aku mendapat kejutan manis dari Pasya cantikku. Di usianya yang hampir 10Bln (3hari lagi), dia memberikan aku kejutan manis dengan bertepuk tangan sambil bersenandung. Rupanya lagu "Pok Ami2" yang sering aku, Ayahnya dan Eyangnya lantunkan termemori di pikirannya, dan hari ini dia bisa bersenandung lengkap dengan gerakannya.
Ah...
Ternyata benar. Berapa banyakpun harta yang kita punya tak akan lengkap tanpa pasangan hidup yang setia dan anak yang sehat dan normal. Suamiku memang benar. Dengan adanya pasangan hidup dan anak, kita jadi semakin dekat dengan Allah. Kita jadi semakin pasrah, legowo, dan sabar.
Terima kasih ya Allah, karena segala kebaikanmu. Walaupun aku telah berbuat banyak kesalahan, namun kasihmu masih berlimpah kepadaku. Jaga selalu Suami dan anak2ku ya Allah, jadikan mereka Suami dan Anak2ku tak hanya di dunia, tapi juga di akhirat kelak. amin



Kamis, 26 Juni 2008

Siapa sih Anda???!!!


Pertanyaan itu selalu muncul dalam benakku saat aku bersitegang dengan si Boss. Bukannya aku ga menghargai dia sebagai atasan, tapi perilaku dia yang tidak "manusiawi" terhadap kami karyawannya membuat aku marah. Tak jarang dia marah-marah tanpa sebab, belum lagi dengan kata-katanya yang lebih mirip "orang tak berpendidikan" dari pada seorang intelek.


Siapa sih Anda Pak???


Jika Anda pikir Anda adalah Tuhan hanya karena kami "menumpang" makan dari tangan Anda, Anda salah besar. Kami memang "mengabdi" pada Anda pak, tapi itu tak lebih sebatas karyawan, bukan sebagai "budak". Kami juga manusia, kami mengerti bahasa yang Bapak katakan, bahkan bukannya tidak mungkin kalo kami jauh lebih intelek di bandingkan Bapak.

Kami mungkin sering membuat kesalahan, tapi apakah Bapak juga tidak??!! Kita semua sama Pak, tak ada beda, hanya "garis tangan Tuhan" yang membuat kami sekarang menunduk di depan Bapak, tak lebih. Bukan menunduk tanda kami takut, tapi karena kami masih menghargai Bapak.

Tolonglah kita bisa berfikir secara dewasa, kembalikan semuanya ke dalam hati nurani kita. Apa kita ini satu Visi??!! Visi memajukan perusahaan untuk kepentingan kita bersama, bukan untuk keegoisan dan kearoganan kita??!!Mari kita dewasa, dan memposisikan diri kita sebagai "manusia" agar kita bisa melihat orang lain juga sebagai manusia, bukan binatang.

Minggu, 25 Mei 2008

Pasyaku...

Saat tidur tadi malam aku terbangun karena mendengar Pasya yang merengek dalam tidurnya. Aku langsung meraihnya, dan memberikan susu untuk mendiamkannya. Tapi dia tak juga tenang, malah semakin merengek, seolah susu yang aku berikan bukanlah yang dia mau. Aku memeluknya, mengelus lembut kepalanya..Aku bisikkan di telinganya lembut "Pasya mau apa de...??!!" Tapi dia tetap saja merengek. Aku tengok jam diding kamarku, jam masih menunjukkan pukul 2 malam. Aku pasrah, aku ga tau mesti gimana lagi. Dalam rasa kantuk, aku coba memeluknya dan memegang seluruh badannya, memastikannya apa dia kesakitan...

Tak lama, aku temukan penyebabnya. Dia pup....Ya, beberapa hari belakangan ini dia memang suka sekali pup malam-malam seperti ini, padahal sebelumnya tidak. Aku intip pampersnya dan aku lega, karena pup nya biasa, tidak mencret. Aku angkat tubuh mungilnya ke kamar mandi, matanya yang masih mengantuk menatapku dengan penuh arti, seolah dia juga ga mau bangun malam - malam seperti ini, dia juga masih ngantuk. Aku membersihkan bekas pup-nya, dan menggantikan pampersnya. Lalu dia tidur lagi dengan lelap. Aku pandangi wajahnya yang mungil, aku ciumi dengan penuh kelembutan. Rasanya sudah lama banget aku ga bangun malam - malam gini, semenjak Pasya beranjak "gede". Aku kPasya_on_majalahangen juga saat seperti ini...

Rasanya dia tumbuh cepat sekali. Sekarang sudah bisa merangkak, ga terasa ya...Selasa besok usianya sudah 8 bulan, itu tandanya sudah 8 bulan juga dia berada di antara aku dan Ayahnya. Buah cinta kami itu semakin pintar saja, semakin ekspresif dan banyak maunya. Dia sudah bisa bilang "mamam.." ah lucunya, belum lagi teriakkannya yang keras, yang kadang membuat om-om nya marah, karena terganggu.

Pasyaku juga sudah bisa duduk, walaupun masih perlu bantuan. Ya, ga terasa waktu berlalu dengan begitu cepatnya, seolah "memakan" semua hal yang melewatinya. Aku bahagia dengan perkembangannya, badannya memang mungil, bahkan kata beberapa orang dia tergolong kurus di banding teman - teman seumurannya, tapi untuk gerakkannya...Jangan di tanya deh, beberapa orang yang pernah menggendongnya, mengaku kewalahan dengan tingkahnya yang akif banget. Pasyaku juga tergolong anak yang gampang banget, ga rewel, di ajak sapa aja mau, trus untuk urusan makan juga dia gampang banget. Bangga banget punya bidadari seperti dia.

Pasyaku...

Semoga kau menjadi anak yang sehat, akt if dan cerdas. Lengkapi kebahagiaan Bunda dan Ayah dengan menjadi anak kebanggaan keluarga, ya nak....Do'a kami selalu untukmu.