
Bayi-bayi kehilangan kesempatan mereka untuk menatap masa depan, kesempatan untuk merajut kebersamaan dengan orang tua mereka. Saya ga tau bagaimana saya harus menjelaskan pada Pasya apa yang terjadi pada dunia akhir-akhir ini. Dimana dunia tak lagi bersahabat, bumi tak lagi aman untuk kita. Memang semuanya kembali kepada kita, kitalah penyumbang terbanyak segala kerusakan dan bencana yang terjadi sekarang ini. Lalu bagaimana saya menjelaskannya pada Pasya...Anak-anak tak berdosa itu terdiam kaku di tumpukkan puing-puing, bahkan tak sedikit mereka yang di temukan terongok di atas sampah-sampah, sungguh mengerikan pemandangan yang terpampang di TV. Saya menatap Pasya yang kali ini sedang asyik menikmati sebotol susu hangatnya, ya sebotol susu yang sekarang tak lagi bisa di nikmati oleh anak-anak itu. Saya memeluknya dan menciumi wajah mungilnya, sambil berbisik "Bunda sayang Pasya..." seolah mengerti, Pasya juga menciumi pipi saya. Ah betapa sejuk hati ini. Saya tak sanggup membayangkan kebahagiaan ini akan "hilang", seperti pemandangan di TV. Saya selalu berdo'a..."bahagiakan orang-orang terkasih saya Allah, karena saya tak akan sanggup kehilangan mereka."