Selasa, 05 Oktober 2010

Bukan hal mudah...

Menghadapi tangisan anak di sekolah bukanlah hal yang mudah. Kalo di rumah, dalam keadaan seperti ini, aku mungkin sudah masuk kamar dan mengunci diri sambil menenangkan emosi yang pasti nya naik turun. Tapi bagaimana kalo di sekolah... Saat Pasya mulai "ngambek" ga mau di tinggal sendirian di kelas, aku mulai habis akal.
Rasa nya semua rayuan sudah aku kerahkan, bahkan nekat meninggalkannya dengan guru nya sudah aku lakukan. Tapi apa di nyana, dari mulai aku antar ke sekolah pagi harinya, sekitar jam 8, tangisan nya tidak juga berhenti sampai jam 11 siang saat dia pulang sekolah. Kalo sudah begini, siapa yang sanggup menahan emosi di hati.....
Ga sekali dua kali aku marahi dia, (udah sampai ubun-ubun rasanya kemarahanku...), tapi nangis nya bukan reda malah berpindah dari gendonganku ke gendongan wali murid lain. Ga mungkin kan aku biarkan anakku di gendong-gendong Ibu-ibu lain sambil nangis kesana kemari. Argh....pusing!!!!
Kehabisan akal, aku "tarik" dia pulang... Tapi kok melas juga liat muka nya yang ketakutan melihat kemarahanku. Aku kembalikan dia ke kelas, sambil bernegosiasi bahwa aku bakal menemaninya di depan kelas.
Ok, dia tenang sejenak... Belajar seperti biasa, sambil sesekali nengok ke arahku dan berkata "Bunda di situ aja ya, jangan kemana-mana ya...." Argh.... Capek badan sekaligus hati bikin air mataku leleh. Aku pangku dia sambil mengusap air mataku yang meleleh....
"Pasya kenapa seh.. kok ga mau di tinggal" kataku lembut menahan air mata yang terus mengalir.
"Pasya ga mau di tinggal Bunda, mau nya sama Bunda...." katanya memelas.
Argh.....

Tidak ada komentar: