Sabtu, 07 Februari 2009

Siapa sih Pasangan Kita...??!!

Berapa lama sih kita mengenal pasangan kita sampai akhirnya kita menikahinya....
1th, 2bln, atau mungkin malah 7hr....
Saya mengenal pasangan kurang lebih 3bln sebelum akhirnya dia memutuskan untuk melamar saya. Waktu yang terbilang singkat memang. Tapi cukup untuk membuat saya "mengenal" siapa suami saya. Dia adalah karakter yang lembut, ramah dan hangat. Tak sekalipun dia berkata dengan nada tinggi kepada saya maupun buah hati kami. Suami juga pribadi yang rapi terhadap segala hal, baik masalah kerjaan maupun masalah rumah. Suami juga pribadi yang ceria, tak pernah bosan ia mebuat saya dan buah hati terkekeh dengan ulah lucunya. Suami selalu berbagi segala hal, tentang pekerjaannya, masalah yang mengganjal pikirannya, bahkan hal - hal yang dia tidak suka.
Sekarang, mari kita tanyakan kepada diri kita masing - masing, seberapa jauhkah kita mengenal suami kita??!! Pernahkah terlintas dalam benak kita, apakah suami yang telah menemani kita selama ini hanya "menyimpan" kita dalam hatinya, ataukah ada makhluk indah lainnya....Pernahkah terbersit dalam pikiran kita, apakah selama ini dia jujur terhadap kita, atau bahkan hanya kata - kata manis belaka yang selalu diucapkannya.
Saya tidak bermaksud membuat diri kita berprasangka buruk terhadap pasangan kita. Tapi saya mengajak semua dari kita untuk mengenal lebih jauh pribadi pasangan kita. Pasangan yang telah menjadi Ayah dari buah hati kita, pasangan yang selama ini telah menemani keseharian kita.
Banyak saya jumpai teman yang selalu bercerita tentang kebaikan suaminya, tapi diluar sana, ternyata bukan hanya dia satu - satunya pribadi yang menempati hati suaminya. Saya juga pernah menjadi tempat curhat seorang suami yang jelas - jelas di depan saya dia malah membanggakan wanita lain, bukan istrinya. Aneh...Padahal, setahu saya rumah tangga mereka adalah rumah tangga yang bahagia.
Janganlah kita malu untuk selalu menjaga komunikasi kita dengan suami. Apalagi teknologi sekarang sudah banyak membantu kita. Jadikan diri kita orang yang selalu dirindukan suami, dimanapun dia berada. Jaga emosinya saat dia berdekatan dengan kita, hindarkan hal - hal yang dapat membuatnya merasa jenuh saat bersama kita.
Tak perduli berapa lamapun usia pernikahan kita, jika kita selalu menjaganya dengan hal - hal yang manis, maka hal itulah yang akan membuat pernikahan itu sendiri sebagai benteng agar suami tidak berpaling kepada yang lain. Insayaallah...

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Test komentar....

twastyoce mengatakan...

hmm,,,
mba aq terenyuh banget baca posting mba,,,
aq dah hampir 5th bareng ma Adit tp kayaknya qt masih butuh banyak saling knal satu sama lain mba,,,
ga mamastikan hubungan yang lama lebih saling mengerti or dah lebih saling mengenal,,,
ibaratnya "sekarang aq sedang memper catik tanaman yang ada dihalaman rumah qu sendiri,spaya aq ga Melirik atau bahakan ingin memiliki tanaman indah tetangga"

Unique Banget mengatakan...

Membahagiakan pasangan jauh lebih penting dari pada "menuntut" banyak hal dari-nya. Bagaimanapun saat kita memilih dia menjadi pasangan kita, kita juga telah memilihnya 1 paket, lengkap dengan segala konsekwensi dan kekurangannya. So...Jangan pernah bosan untu menjaga pasangan kita, karena "kebun tetangga" yang jauh lebih hijau tidak jauh lebih baik.Percayalah....